Nyofitri nova / My Journey in Formosa / Tidak ada / tenaga kerja asing
MyJourney in Formosa
Formosa,kata ini sangat lekat denganku selama enam tahun terakhir banyak hal yang kulalui dari pertama aku menjejaki bumimu hingga sekarang,yah…lebih tepatnya kaulah yang mengajariku segala hal dari hal yang putih sampai hitam, kau termasuk penyumbang terbesar dari kedewasaanku sekarang.Tapi aku rasa kata tersebut masih terisi setengah dalam Tubuhku dan aku pasti berusaha menjadi lebih baik.
Kenalkan namaku “Nyofitri Nova Dian Bayu Rezeza”wiuhhh panjang banget panggil saja aku”Nyoo” anak ketiga dari enam bersaudara dari umur dua bulan aku diasuh oleh kakek nenekku,mereka mendidiku dengan cara main pukul tapi aku tidak pernah menyesal di didik oleh beliau bahkan aku sangat berterima kasih atas semua pengorbanan beliau yang berjuang keras menyekolahkan kami bersaudara hingga tamat SMA,hingga harta mereka habis,sebenarnya waktu beliau dikejar-kejar penagih hutang bank hatiku sangat sakit, dalam diam,ku hanya bisa menangis tapi apa daya waktu itu aku masih sekolah,perjuangan mereka memang benar-benar membuatku makin sayang pada beliau.2009 lulus SMA aku sudah terpikir untuk kerja ke taiwan,karna aku tidak punya uang sama sekali maka aku berkerja selama dua bulan dibali setelah itu berangkat kejakarta untuk proses kerja di taiwan,tiga bulan lamanya akhirnya ku pijakkan kaki ku di bumi taiwan tepatnya tanggal 28 January 2010, di daerah chiayi bekerja menjaga ama 80 tahun,di tempat itulah cikal bakal aku mahir bahasa thai karna mayoritas orang disana berbahasa thai,well…aku yang selama dipenampungan belajar bahasa mandarin tidak begitu kepakek karna ama tidak bisa bahasa mandarin,untung saja ada akong yang bisa bahasa mandarin dengan logat thai nya hehe, dari beliau lah jika ada kata ama yang tidak mengerti,aku minta untuk di translate ke mandarin,meski mandarinku waktu itu masih terbatas tapi ya….emmm bisa lah untuk percakapan sehari hari,kerja di keluarga ini selam tiga tahun aku tidak pernah libur sama sekali.Jenuh,bosan,kesepian,adalah hal yang selalu kulahap setiap hari,untung saja mereka membebaskanku menonton tv dari sini aku mulai bisa belajar bahasa thai dan bisa sedikit membaca aksara cina ,karna akong selalu nonton sinetron berbahasa thai lama kelamaan aku mengerti apa yang ama,akong,dan orang sekitar bicarakan. Meski merasa sangat bosan,flat,terpenjara dengan kerjaanku tapi akong begitu baik padaku beliau selalu membagi makannanya denganku,tiba akhirnya aku pulang keindonesia hal yang tak terduga adalah akong menangis saat aku berpamitan dengannya dan kata yang membuatku menangis “我把你當我的家人了”ohh akong atas segala kemurahan hatimu semoga beliau panjang umur sehat selalu.
Setelah pulang,selang setengah tahun aku kerja ketaiwan lagi,kali ini aku menjaga ama berumur 70 tahun beliau kelihatannya masih sehat ternyata setelah beberapa bulan tinggal dengannya aku baru tau kalau beliau mengidap penyakit kanker,bekerja dengannya aku sungguh mendapatkan perlakuan yang tidak baik,ama seorang yang terlalu hemat (super pelit),perfectionist,dari ujung rambut sampai kaki selalu menjadi omelanya,cara berjalan,berpakian,produk sehari-hari yang aku pakai pun diurusnya tidak jarang aku selalu perang mulut dengannya sungguh benar-benar tidak kuat,disaat itu aku mengutarakan untuk pindah majikan dan anak ama bilang”kamu harus kuat ama emang begitu orangnya kami pun tidak kuat olehnya”katanya menenangkanku,aku selalu di buatnya menangis, aku tidak di perbolehkan libur,selalu banyak alasan saat aku minta izin libur,senang sekali membicarakan hal-hal yang jelek tentangku seolah-olah aku adalah orang yang benar buruk adanya.
“TUHAN AKU SUDAH TIDAK KUAT”
Menginjak tahun kedua penyakit ama semakin hari semakin parah hingga akhirnya beliau meninggal disaat Itu aku kaget,menangis,tidak karuan tapi dalam hati kecil aku bahagia tuhan ternyata merencanakan hal yang lebih indah dari yang direncanakan mahluknya kenapa aku bilang begitu,setalah 25hari mencari majikan,aku memperoleh pekerjaan yang 180 derajat kebalikan dari yang selama ini aku bekerja,menjaga AI yang baru saja terkena stroke beliau bernama “謝瑞竹” beliau sangat baik padaku mereka sekeluarga memanggapku seperti keluarga sendiri, aku baru merasakan yang namanya kehangatan keluarga,disini aku diperbolehkan libur1 -2 kali dalam sebulan,bebas melakukan hal apapun yang aku mau asal pekerjaan ku terselesaikan,kerja ku disini tidak berat,mengatar Ai fu chien,masak bersih-bersih pun tidak tiap hari,aku sangat bahagia
Dari keluarga inilah aku mengerti indahnya negeri formosa,karna disaat aku libur pasti aku sempatkan untuk berwisata, dan kalau tidak aku pasti ikut les belajar nulis mandarin,ikut komunitas belajar bersama ditaiwan sungguh hari liburku penuh warna dan kegiatan positive.
Sampai sekarang aku masih bekerja menjaga Ai terimakasih Tuhan Engkau adalah sebaik baiknya tempatku meminta