Yusnita / Bahagia itu Mudah / tidak ada / tenaga kerja asing
Bahagia itu Mudah
Seperti biasa pagi hari aku bersama akong dan ama jalan -jalan ke taman sebelum pulang kami mampir dulu ke pasar tradisiolan yang tidak jauh letaknya strategis tempatnya tidak luas ditambah para pedagang kebanyakan juga lansia. Senyum semeringah menyambut para calon pembeli menawarkan berbagai sayur maupun bahan makanan. Tujuan kami adalah pedagang daun ubi langganan usianya tidak jauh beda dengan akong sekitar 80 tahun jalannya pun sudah membungkuk tapi masih mampu mengendarai motor kebetulan dia baru sampai di depan toko kami menunggu sampai barangnya diturunkan usia yang serentan itu masih berjuang mengais rezeki tanpa minta-minta ataupun mengemis dalam batinku bangga dan beruntung bisa melihat perjuangan mereka.
Demikian contoh secercah kebahagiaan kita bisa melihat perjuangan, pengalaman orang di sekitar melihat warna dunia dari segi positifnya.
Bahagia itu mudah saat kita bisa merasakan indahnya bersyukur dan selalu berfikir positif saat kaki kita lelah berjalan setidaknya kita punya kaki yang sehat cukup istirahat semua selesai, kita juga tidak perlu berfikir terlalu berat seperti kapan sukses, kapan menikah syukuri saja kita masih hidup sehat dan bisa beribadah. Syukuri semua panca indra bisa melihat, mencium wanginya bunga, merasakan lezatnya makanan dan merasakan alunan dunia lewat musik maupun angin.
Jangan lupa tersenyum.