Musibah atau Anugerah???

舒亞果 / Musibah atau Anugerah??? / Tidak ada / Pernah bekerja di Ardentec Taiwan Musibah atau Anugerah??? Fauzi adalah salah satu BMI asal Lampung yang bekerja di sebuah perusahaan internasional di Taipei, Taiwan. Sudah satu tahun dia berada di Taipei dan sudah jago pula berbicara mandarin. Dia memiliki dua teman klop, yang cewek namanya Titin Nurdiansyah biasa dipanggil … Continue reading “Musibah atau Anugerah???”

舒亞果 / Musibah atau Anugerah??? / Tidak ada / Pernah bekerja di Ardentec Taiwan

Musibah atau Anugerah???

Fauzi adalah salah satu BMI asal Lampung yang bekerja di sebuah perusahaan internasional di Taipei, Taiwan. Sudah satu tahun dia berada di Taipei dan sudah jago pula berbicara mandarin. Dia memiliki dua teman klop, yang cewek namanya Titin Nurdiansyah biasa dipanggil Titin dan yang cowok namanya Kiki. Titin ini sudah bekerja di KDEI Taipei, sedangkan Kiki bekerja di perusahaan yang sama dengan Fauzi.

Fauzi bertubuh tinggi tegap dengan kumis tipis. Anaknya sangat iseng, suka ngebully orang, dan suka nggombalin orang. Sedangkan Kiki sebaliknya, anaknya pendiam, dengan wajah seperti nggak ada beban.
Sedangkan si Titin, gadis yang memakai jilbab, dan sangat baik hati.

Mereka sudah kenal lama sekali, jadi mereka sudah hafal sikap masing – masing. Kalau si Fauzi lagi diem aja, berarti dia lagi bad mood atau kalau engga, dia lagi marah sama seseorang atau punya masalah – masalah yang belum selesai.
Si Titin dan Kiki, dua duanya adalah orang yang sangat jarang marah, jadi kalau dihitung perminggu skala marahnya berapa maka bisa dipastikaan mereka punya skala 1 dimana 1 = sangat sekali jarang marah, sampai dengan 7 = sangat suka sekali marah. Bisa dipastikaan mereka sangat sabar. Kalau si Fauzi sudah engga usah ditanya, nilai dia = 7 *ini kenapa jadi kayak kuesioner aja ya, hehehe*

Satu lagi yang mesti kalian tahu dari Fauzi. Dia sangat suka nonton film horor guys. Mulai dari Suzzana, Masih Dunia Lain, horor – horor luar negeri seperti Shutter, Horor Jepang, Horor Korea, USA, Inggris, Afrika Selatan, India, Suster ngesot, Pocong Kesurupan, Kuntilanak Minta Kawin, Gendrowo Goyang Karawang, dll. Saking banyaknya butuh waktu 2 hari 2 malam buat ngelist daftar horor yang pernah ditonton, jadi engga aku sebutin semua ya disini. Semua genre horor tersebut pasti dia sudah hafal. Hobinya sudah sangat akut, kalau dia dalam sehari engga nonton film horor, dia seperti kecanduan guys. Iya… dia pasti guling – guling di tanah, trus mencakar – cakar tanah, menggali tanah, habis itu boker di tanah, dan menimbun kembali bokernya dengan tanah *eh ini kucing apa manusia ya? hehehe*

Karena hobinya dengan yang berbau horor, makanya dia ingin sekali bisa melihat yang namanya HANTU, dia ingin sekali melihat langsung muka hantu. Asal tau aja ya guys, di Indonesia si Fauzi ini pernah datang ke seorang dukun ternama yaitu Eyang Subur. Dia minta penglihatan agar bisa melihat dunia lain, makanya dia terapi beberapa kali ke Eyang Subur. Tapi akhirnya terapinya gagal karena ditengah terapi Eyang subur terlibat konflik dengan Arya Wigundul, jadi si Eyang sibuk ngurusin masalahnya sendiri, jadinya si Fauzi diterlantarkan begitu saja.

Si Fauzi engga pantang menyerah guys, di Taipei pun dia mencoba mencari cara agar bisa melihat dunia lain. Dan akhirnya dia menemukan sebuah cara yang kemungkinan besar ampuh. Dia tahu cara ini dari beberapa teman taiwannya. Yah, mereka berkata kalau dia ingin melihat hantu dia harus makan – makanan yang disediakan untuk orang mati di 7 kuil dan dia harus pergi ke kuil tersebut pada waktu bulan purnama penuh. Kebetulan sekali di Taipei banyak sekali kuil – kuil dan dia merasa beruntung ada di sini. Tapi cara ini sangat mengandung resiko. Kata teman – temannya, kalau sudah mencoba cara ini dia tidak akan bisa kembali normal lagi, seumur hidupnya, dia akan bisa melihat hantu terus dan keselamatannya belum tentu terjamin. Berbeda dengan terapi di Eyang Subur. Sewaktu – waktu kalau dia tidak kuat, dia bisa menghilangkan penglihatannya terhadap makhluk halus.

Tapi sepertinya keputusan Fauzi ini sudah bulat, apapun yang terjadi dia sangat ingin melihat hantu – hantu itu, ditambah lagi dia juga capek dengan terapi – terapi karena butuh waktu yang sangat lama, belum lagi biayanya yang juga mahal. dan cara yang ini adalah sangat praktis dan mudah. Dia hanya perlu datang ke kuil pada saat bulan purnama, memakan sedikit makanan, dan hanya dilakukan 7 kali di kuil yang berbeda. Sangat mudah bukan?

Dia menceritakan keinginannya itu kepada Kiki dan Titin, kontan saja mereka berdua keberatan. “Jangan Zi, hidup cuma sekali, nikmati aja hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan. Engga usah macem – macem.” Pinta si Titin sewaktu mereka tengah makan siang di Yang Ming Shan.

Si Fauzi tetap kekeh dengan keinginannya, meski gelap hujan badai guntur cetar membahana, dia tetap ingin melihat hantu!!!
Si kiki pun juga tidak bisa berbuat apa – apa, anak pendiam ini pasti kalah adu argumen dengan Fauzi yang sangat cerewet.

Bulan purnama ke – 1. Pukul 8.00 malam
Fauzi, Titin dan Kiki janjian untuk pergi ke salah satu kuil di Taipei sebut saja namanya Taipei zoo. Eh eh, tunggu bentar… Taipei zoo kok seperti nama kebun binatang ya?, ganti nama, sebut saja namanya Taipei 101…
Kenapa guys? masih salah ya?
Ya sudah, sebut saja namanya Sandao Temple.

Mereka ke Sandao temple bertiga dengan menaiki sepeda U-Bike berwarna kuning. Yang tidak tahu, U-bike itu sepeda berbentuk U berwarna kuning yang disewakan.

Nah, mereka bertiga menaiki U-Bike ke Sandao temple. Diperjalanan, roda sepeda Fauzi bocor. “Nah, salah satu pertanda buruk itu”, kata kiki.
Tapi Fauzi tetep kukuh dengan keinginannya. Karena sekali lagi, Taipei sangat keren, dia bisa menemukan sepeda U-bike lagi di MRT (Mass Rapid Transporation) terdekat.

Sampai akhirnya, sekitar pukul 10.00 malam, mereka sampai ke kuil Sandao itu.
Yah, sebagaimana kuil yang ada di Taipei, beberapa kuil memiliki keunikannya masing – masing.

Di dalam kuil sudah sepi orang, jadi Fauzi dengan leluasa mengambil makanan yang ada di dekat tempat persembahan. Fauzi mengambil apel yang ada diatas tumpukan buah – buahan lain yang di tengahnya ada dupa panjang. Dia dengan mudahnya mengantongi satu apel tersebut dan kemudian berjalan keluar. Si Kiki dan Titin yang menunggu diluar hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja melihat kelauan si Fauzi.

“Krauk krauk”, Bunyi apel yang digigit Fauzi selama perjalanan. Dia menghabiskan apel itu selama menaiki sepedanya kembali ke mess (asrama).
Tidak ada sesuatu yang berbeda ketika dia telah selesai memakan apel itu, engga sesuatu banget lah pokoknya, tetep mainstream aja. Fauzi agak sedikit kecewa, dia mengharapkan sesuatu hal aneh akan terjadi, tapi ternyata, nihil guys.
Kiki dan Titin bersama-sama mengucap syukur….

Bulan purnama selanjutnya Fauzi pergi ke kuil berikutnya. Tapi Kiki dan Titin tidak ikut, mereka sudah capek dengan kelakuan Fauzi yang susah sekali diingatkan. Sampai akhirnya Fauzi berhasil memakan makanan di tujuh kuil.

Lalu apa yang selanjutnya terjadi saudara-saudara??
Apakah Fauzi akan menemukan cinta sejatinya?? *pertanyaan yg ini engga masuk deh kayaknya*
Apakah Fauzi bisa melihat hantu???
Berikut Berita selanjutnya. hehe

Fauzi ingin mencoba kemampuan barunya di salah satu kamar asrama kamar xxx (nama disamarkan aja biar aman). Sebenarnya kamar itu sudah diberitakan berhantu sejak lama karena gosipnya ada yang meninggal dikamar itu, dan sekarang tidak ada yg berani menempati kamar itu. Sebenarnya Fauzi sudah mencoba tidur di kamar itu sekali, sewaktu dia belum menjalani ritual keliling kuil, tapi tidak ada apa – apa.
Jadi sebenernya dia enggan untuk mencoba lagi, tapi ya sutrah lah. Karena sampai saat ini dia belum bisa melihat hantu.

Malam itu di kamar xxx dia mencoba menginap sendirian, tapi tak disangka dia ketemu Kiki di lift dan mengajaknya ikut menginap untuk membuktikan bahwa tidak ada apa – apa disitu. Dan akhirnya, Kiki pun setuju menemani Fauzi. Kamar xxx itu layaknya kamar biasanya, terdiri dari 2 ranjang bertingkat, jadi satu ranjang ada 2 kasur, atas dan bawah. Jadi kalau kita kebagian kasur yang atas, kita harus memanjat dulu tangga kayu. Ranjang itu terletak bersebelahan satu sama lain, artinya 1 ranjang di sisi kiri dan 1 ranjang di sisi kanan.
Yang bikin berbeda adalah kamar itu sangat kotor. Yah, asal tau aja kamar xxx itu sudah tidak ada penghuninya selama 2 tahun.

Dum…
Dum…
Dum…
Dum…

Suara keras itu membangunkan Fauzi dari tidurnya dan anehnya lagi terjadi sesuatu di tubuh Fauzi. Iya guys leher Fauzi kesakitan. Dia merasa sangat haus, tenggorokannya kering, dia seperti memakan sesuatu yang sangat pahit yang belum pernah dia makan sebelumnya. Ditambah lagi, lehernya sangat sakit, dia merasa ada sesuatu yang mencekik lehernya, sakit sekali.

Dia membuka mata, dan suara dum dum itu hilang…
Dia mencoba membangunkan Kiki yang tidur di ranjang sebelah, tapi kiki sepertinya sangat pulas tertidur dengan sedikit mendengkur.

Tiba – tiba Fauzi turun dari tempat tidurnya, mencari asal suara itu. Dia mendekatkan kepalanya ke lantai untuk mengetahui apakah suara itu dari lantai bawah.
Dan…
Dum…. suara itu ada lagi, dan Fauzi pun tahu apa penyebabnya.
Sewaktu dia mendekatkan kepalanya ke lantai dan wajahnya menghadap ke ranjang Kiki, tiba – tiba ada orang terjatuh dari atas kasur itu, dengan kepala mencapai lantai dahulu.
Kejadian itu terjadi tidak hanya sekali, tapi berulang -ulang.
Kepala anak itu pecah dan berlumuran darah….

“Kiki… Tolong….” Fauzi menjerit membangunkan Kiki, tapi suara Fauzi tidak bisa keluar, dan rasa sakit itu masih ada di tenggorokan dan juga lehernya. Terpaksa Dia membangunkan Kiki dengan menggoyangkan tubuhnya.

“fāshēng shénme shì?”Jawab kiki dengan bahasa mandarin yang artinya ada apa?
Fauzi kaget, dia tahu kiki tidak bisa bahasa mandarin sama sekali.

“Eh Ki, kenapa ngomong mandarin?” tanya Fauzi dengan bahasa Indonesia

“wǒ bù zhīdào nǐ shuō shénme (Aku engga tahu kamu ngomong apa??? tiba – tiba kiki menyeringai lebar…

Sedetik kemudian, kepalanya putus dan jatuh ke lantai. Tapi dia masih bisa menyeringai dan kemudian Fauzi sadar, itu bukan Kiki, tapi wajah anak yang jatuh dari kasur tadi…

Fauzi menjerit…
Tapi suaranya tetap tidak bisa keluar, dia berlari mendekati pintu.
Pintu itu tidak bisa dibuka….
Kepala itu menggelinding ke arah Fauzi.
Fauzi yang pasrah karena tidak bisa membuka pintunya kemudian menutup mata.

Dia sekuat mungkin menenangkan pikirinnya…
“Aku yang menginginkan semua ini terjadi, aku ingin melihat semua ini” Batin Fauzi
“Sekarang aku sudah bisa melihatnya, aku harus kuat”
Aku harus berani, mereka lebih rendah derajatnya dari manusia…. Jadi apa yang aku takutkan?
Aku masih punya Tuhan”. Lanjut batinnya…

Dia membuka mata selebar lebarnya…
Tidak disangka, wajah hantu itu malah berada sangat dekat dengan wajah Fauzi, hanya berupa kepala yang melayang dengan wajah yang penuh darah dan menyeringai ke arah Fauzi…

Fauzi tersentak kaget bukan main…
Dia membuka pintu itu sekuat tenaga dan akhirnya pintu itu terbuka…
Dia berlari menggedor pintu kamar sebelahnya, tapi tidak ada yang bangun…
Dia berlari menuju lift…
Sewaktu lift membuka, dia mengurungkan niatnya masuk lift, karena dia merasa akan ada kejadian aneh di lift itu….
Tapi tiba – tiba ada yang mendorongnya masuk lift itu, dan pintu lift menutup dengan sendirinya…

Fauzi terjatuh di lift, dia melihat disekelilingnya ada asap dan bau gosong, seperti bau daging bakar.
Leher Fauzi masih sakit,
Tiba – tiba dia melihat banyak orang – orang dengan kulit terbakar di sampingnya….
Dia berteriak…
Tapi suaranya tetap tidak bisa keluar…
Dia memencet tombol lift sambil memejamkan matanya…
Tubuhnya sangat kepanasan, dia seperti terbakar di lift itu…

Akhirnya dia bisa keluar lift…
Dia lari ke luar asramanya… Anehnya dia tidak menemukan ada seorangpun disana…. Sepi… Senyap…

Dia berteriak – teriak bak orang kesurupan, tapi dengan leher yang masih sakit dan tetap tidak bisa mengeluarkan suaranya….

Tiba – tiba banyak orang yang mengelilingi Fauzi…
Lebih tepatnya itu semua hantu dengan muka rata….
Semuanya menghadap ke Fauzi….
Fauzi lari mencari batu untuk memukul besi didekatnya agar orang – orang mendengar…

Dong…. Dong….
Dia memukul mukulnya puluhan kali…
Akhirnya dua orang satpam asrama menghampirinya.

“Ada apa?” tanya salah satu satpam dengan tatapan aneh dengan bahasa mandarin.
satu satpam lain memegang bahu Fauzi yang lemas.

“Saya melihat banyak hantu pak?” Jawab Fauzi.
“Kamu ini aneh, engga ada apa apa kok?” sahut satpam yang memegang Fauzi.

“Ayo ke kamarmu sekarang, kamu harus tidur lagi, jangan buat keributan di tengah malam buta” Lanjut satpamnya.

Fauzi menjelaskan mati – matian peristiwa yang baru dia alami, dia juga menjelaskan tidak mau kembali ke kamar hantu itu dan lehernya masih sakit sampai saat ini…

Akhirnya kedua satpam tersebut membawa Fauzi ke lounge asrama (tempat berkumpulnya penghuni asrama untuk duduk, mengobrol, dsb). Lounge itu sangat sepi, padahal biasanya ramai meskipun tengah malam….
Sampai disitu Fauzi masih ngerasa ketakutan, dia masih meminta ditemani satpam tersebut…
“Makanya engga usah aneh – aneh ingin ngelihat hantu, ketakutan juga sekarang kan?” kata Satpam…

“Bagaimana Bapak bisa tahu? Aku belum cerita tentang hal itu?” tanya Fauzi ketakutan

“Menurutmu, Kami ini siapa?” Tanya kedua satpam itu yang ternyata sudah berubah menjadi sangat menakutkan…

Wajahnya penuh luka sabetan benda tajam. Yang satunya, wajahnya penuh tembakan peluru,
darah berceceran kemana – mana…

Dia sudah lemas sekali guys….
Dia mencoba melafalkan ayat alquran yang biasanya dia baca waktu sholat… Sia – sia…
Dia tidak bisa mengingat ayat – ayat itu….

Dia hanya mendekap dipojokan ruangan lounge.
dengan tubuh yang sangat lemas, tapi anehnya dia masih bisa terjaga, dia tidak pingsan.
Bahkan dia ingin secepat mungkin tidak sadarkan diri, tapi dia tidak bisa…

Selama beberapa jam dia di situ dengan dikelilingi suara – suara aneh.
Dia tetap memejamkan matanya…

Sampai akhirnya dia berpikir jernih, dia tahu seseorang yang bisa menyelamatkannya.
Orang itu dikenal sangat alim… Namanya Pak Sigit.
Dia tinggal di rumah kontrakan yang tidak jauh dari asrama.

Dengan tetap memejamkan mata dia berjalan…
Dia menabrak sesuatu….
Dia tidak bisa berpikir jernih waktu itu, entah yang ditabrak hantu, atau mungkin kursi…. Dia tetap berjalan…

Sampai akhirnya, dengan mengintip sedikit demi sedikit melalui celah tangannya, dia tiba didepan pintu kontrakan rumah Pak Sigit. Kebetulan Pak sigit ini tinggal di lantai 1.
Karena sadar dia tidak bisa memasuki rumah dari depan, Fauzi tidak putus asa mengelilingi rumah untuk mencari kamar Pak Sigit sambil berteriak.

Dia tetap berjalan dengan menutup matanya…
Suara – suara aneh tetap bisa didengarnya….

Dia memperkirakan berapa jendela kamar yang dia lewati.
Sekarang dia yakin, kamar didepannya adalah milik Pak Sigit.
Dia menggedor gedornya dengan keras….
Dan Pak Sigit membuka jendelanya….

Dia kaget melihat Fauzi yang sangat engga karuan,
Fauzi membuka matanya. Dia lega melihat Pak Sigit.
Dan akhirnya Fauzi pingsan…

Jam 8.00 Pagi…

Fauzi terbangun di kamar Pak Sigit, banyak orang yang mengelilingya membacakan doa, termasuk Kiki….
Di saat itu, Fauzi merasa aman. Tenggorokannya juga tidak sakit lagi…

Dia menceritakan semua yang terjadi pada dirinya pada orang – orang yang berada di sekelilingnya…
Fauzi menangis menyesali perbuatannya….

“Makanya engga usah main – main yang aneh, kena akibatnya kan kamu” kata orang yang ada dipojokan kamar…

Orang itu tinggi besar, dengan jenggot menjulai kebawah….
Dia melotot ke arah Fauzi dan tiba – tiba tenggorokan Fauzi sakit lagi.

Fauzi teriak sekencang kencangnya…. Pak Sigit tahu apa yang terjadi, dia mengambil kain hitam penutup mata dan menutup mata Fauzi…

“Pak, apakah saya bisa sembuh?” tanya Fauzi ke Pak Sigit.
“Saya tahu apa yang terjadi sama kamu. Apabila tenggorokanmu terasa sakit, artinya kamu akan melihat hal hal yang tidak seharusnya kamu lihat”‘ jawab Pak Sigit

“Jadi untuk sekarang ini lebih baik mata kamu ditutup dulu. Kamu harus rajin berdoa meminta petunjuk” lanjut Pak Sigit.

Hari -hari selanjutnya Fauzi tetap menggunakan penutup matanya tersebut sampai dia merasa kuat dan sanggup untuk melihat hal – hal gaib di luar nalarnya.
Sering sekali tenggorokannya sakit, yang artinya pasti ada sesuatu di dekatnya.
Dan karena itu juga, dia semakin rajin berdoa…

-Pesan Moral-
Syukurilah apa yang kita punya sekarang. Makhluk gaib itu ada dan punya dunia sendiri – sendiri. Kita cukup meyakininya tanpa harus bisa melihatnya.

Nb: Cerita ini hanya fiktif dan hasil dari imaginasi saja…
kejadian, nama tokoh, waktu dan tempat, tidak ada kaitannya dengan apapun, siapapun, dan dimanapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *