ADE AHIDIN / KETIKA KITA MERENUNG / ADE JUNITA / tenaga kerja asing
KETIKA KITA MERENUNG
Namaku ratih aku seorang gadis desa ,aku di lahirkan di keluarga yang serba kekurangan , ayah ku bekerja sebagai tukang becak sementara ibuku adalah seorang ibu rumah tangga, aku tidak mempunyai kerabat dekat ,karna mereka sudah tidak ada akhibat bencana alam , aku adalah anak pertama aku memiliki adik dia seorang perempuan namanya riri dia baru umur 5 tahun, aku masih melanjutkan sekolah aku sekarang duduk di kelas 10 SMA ,walaupun aku dan keluargaku adalah keluarga kekurangan tapi aku tidak mau berhenti sekolah karna ini adalah jalan satu satunya untuk merubah kehidupan aku menjadi lebih baik.
Aku hanya bia melihat suasan keluarga ku yang setiap hari selalu kebingungan untuk mencari makan , mencari uang untuk biaya sekolah aku, dan setiap hari aku selalu menangi s dan aku selalu berkata kepada dunia”wahai dunia ku kenapa kau terlalu kejam bagi kehidupan aku” aku selalu mengeluh dan terkadang aku juga berfikiran “ apakah aku harus berhenti sekolah dan membantu kedua orang tua ku mencari uang “. Tapi pemikiran seperti itu akhirnya hilang ketika ibuku berusaha menyemangatiku.
Waktu sekolah pun telah tiba aku bersiap sipa untuk sekolah dan aku hanya bisa mengharapkan semoga kehidupan aku suatu saat nanti bisa berubah, tibanya disekolah aku selalu melihat teman -teman aku yang selalu berpakaian bagus sepatu bagus, sedangkan aku hanya bisa mengenakan baju bekas dan sepatu bekas, tapi itu semua tidak menjadi suatu masalah bagi diriku karna ini semu telah terbiasa .
Akhirnya waktu belajar pun dimulai, aku selalu duduk di bangku belakang , karna aku harus belajar dan mengerjakan kerjaan ku yang bisa membatu kehidupan keluarga ku, aku selalu mengambil sisa sisa bekas makanan para siswa siswi di kelasku ini yang aku lakukan setiap harinya tapi semua itu belum pernah ada teman ku yang melihat itu semua, aku pun menutupi semua tindakan aku ini dengan berprilaku baik kepada setiap teman teman aku,
Tapi pada suatu hari di sekolahan ku terjadi rajia bsar besaran dan mendatangkan langsung kepolisian untuk bisa membatu pengoprasian rajia , aku pun hanya bisa ketakutan dan gemetar ketika informasi itu terdengar oleh telingaku sendiri, kini pengoprasian rajia pun dimulai dari tiap kelas kekelasa lainya, waktu menunjukan pukul 11:00 siang , dan giliran kelasku untuk pemeriksaan kini semuanya meletakan tasnya di ats menja dan aku hanya bisa pasrah dan wajah yang ketakutan , perlahan lahan kini kepolisian menghampiriku dan berkata “ mana tas mu nak, sini bapak periksa”. Dan aku saat itu menangis, dan hanya bisa berkata “ tolong jangan di buka tas saya pak”, semua nya kebingungan dan heran kepada tingkah ku. Pak polisi pun berkata lagi “ sini nak bapak periksa dulu sebentar “ dengan nada tenang, aku pun menjawab “ tolong pak jangan periksa tas saya “ sambil menangis , kini pa polisi pun bertindak tegas “ sini saya periksa tasmu, apa kamu membawa benda benda terlarang” dengan nada tinggi, aku pun haya bisa ketakutan dan berkata “tidak pak, tolong jangan buka tas saya”. Sang guru pun memasuki kelas dan menenangkan semuanya , para siswa siswi pun keheranan dengan tingkah laku aku yang tidak biasanya, kini sanggurupun membujuk aku agar tasnya bisa di periksa, tapi aku tetap tidak mau.
Akhirnya sang guru dan kepolisian pun memberikan tindakan kepada aku, aku pun dibawa ke kantor sekolah dan semua orang menatap diriku seperti orang yang aneh, dan diriku menatap kepada mereka dengan penuh kebencian karna aku akan dipermalukan, kini setiba di ruangan kantor kepala sekolah pun menenangkan suasana ini dan berkata kepada murid murid supaya tetap tenang, dan akhirnya di ruangan kantor haya ada diriku, kepala sekolah dan bapak polisi, dan kepala sekolah pun dengan nada tenang ia menyuruh aku untuk membuka tas “ nak anaku sayang coba buka tas mu”, kini aku pun membuka tas ku pelan pelan, dan isinya adalah makanan sisa yang tadi pagi baru dikumpulkan, kepala sekolah dan ke polisian pun kaget dengan semua ini, dan akhirnya aku menceritakan kepada mereka “ aku adalah orang fakir yang tidak mempunyai apa-apa,ini semua ku lakukan demi mengurangi beban hidup keluargaku aku ga mau semua orang tau tentang ke adaan ku yang seperti ini, karna kalau mereka tahu bawa aku seperti ini maka pendidikan ku akan berakhir dan menjadi bahan ejekan bagi mereka “ dengan suasana menangis, dan akhirnya mereka yang menyaksikan kejadian ini semua nya menangis sejadi- jadinya, dan kepala sekolah serta kepolisian pun tidak bisa berkata apa apa dan hanya bisa menangis .
CATATAN: ketika kita sibuk dengan keadaan hidup kita sendiri coba lah sesekali lihat keadaan kehidupan di bawah kita.
Karya: ADE AH