Ombak Rasa di Formosa

Neni Triana / Ombak Rasa di Formosa / Tidak ada / tenaga kerja asing Apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja dan tumbuh butir demi butir rasa,lalu terhentak sesak pengap karena harus berpisah tiba tiba. *** Halo Assalamualaikum,Ku angkat hp ku “ini lho mah orang nya”Terdengar suara diseberang sana “Kenapa mz?ku tanya meski salam aku … Continue reading “Ombak Rasa di Formosa”

Neni Triana / Ombak Rasa di Formosa / Tidak ada / tenaga kerja asing

Apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja dan tumbuh butir demi butir rasa,lalu terhentak sesak pengap karena harus berpisah tiba tiba.
***
Halo Assalamualaikum,Ku angkat hp ku
“ini lho mah orang nya”Terdengar suara diseberang sana
“Kenapa mz?ku tanya meski salam aku pun tak dijawabnya.
“kamu kenapa menggangguku” jawabnya
“maksudmu apa mz”kembali kutanya,namun bukan jawaban yang kudengar melainkan obrolan yang seperti pertengkaran antara dia dan suara seorang wanita.ku matikan teleponnya tanpa pamit.
Perlahan ku baringkan badanku,apa yang kudengar beberapa hari yang lalu masih terngiang,terasa menusuk nusuk hatiku,ada sesak terasa didadaku.penyesalan selalu datang belakangan bahkan tak peduli dengan keadaan,8bulan sudah aku menjalin hubungan dengannya,jujur saja aku memang sangat mencintainya,pertemuan pertama yang tak disengaja saat kita sama sama melaksanakan shalat idulfitri disalah satu mesjid di daerah chungli,telah membuat kita dekat,app sosmed yang sedang marak membuat kita dengan mudah saling mengenal satu sama lain,hingga akhrnya komunikasipun terjalin setiap hari,dari situ bermula,Cinta itu memang buta kebohongan kebohongan dan kejadian buruk yang telah banyak didengar disomed tak membuat ku lantas takut dibohongi.siapa yang dengan mudah bisa menolak hati jika perasaan itu sudah mendahului muncul.singkat cerita aku pun menjadi orang yang sangat bahagya,ijin libur dijadikan kesempatan bertemu dengannya,hari hariku menjaga dan merawat kakek terasa ringan.majikan yang baik kakek yang sabar ditambah seorang kekasih yang mencintaiku tentu saja membuat aku semakin kerasan bekerja diformosa ini.
Waktu memang selalu merubah keadaan,Siapa yang tau akan ,tidak ada yang tau bahwa kita akan benar benar menyesal dan terluka,jika saja kita tau pasti saja cerita cerita itu akan kita buat pelajaran.
Dia yang tak kalah mencintaiku juga ternyata bukan seorang singel yang tak punya seorang kekasih seperti pengakuan nya pertama kali saat mengutarakan hatinya padaku,kalau sudah begini tentu saja aku sendiri yang salah yang ceroboh yang dengan mudah jatuh cinta dan kini aku sendiri yang terluka.dengan jujur aku tidak menyalahkannya jika itu adalah satu senjata agar aku menerimacintanya.
“kau wanita jalang,wanita yang tidak laku,percuma saja kau berkerudung kalau kelakuanmu menggoda dan merebut pacar orang”satu sms dari seorang wanita yang sama sekali namanya pun tidak ku tahu benar benar membuat hatiku sakit,membuat kepalaku panas,membuatku benar benar membenci laki laki itu,memang benar aku yang ceroboh tapi siapa yang menduga kalau dia juga berbohong bukankah ini sungguh tak adil fikirku aku yang tertipu aku pula yang kena marah.
“maafkan mz nna” satu sms menyusul setelahnya
“maaf?maaf untuk apa mz”ku blz msnya
“untuk semuanya nna,mz benar benar minta maaf”
“aku tidak menyalahkan kebohonganmu mz,kebohongan yang sama sekali tak disangka,8bulan ini aku sungguh tak pernah berfikir bahwa aku telah dirimu bohongi,tapi yang paling tak disangka dirimu tidak sedikitpun punya hati,perasaanmu slama ini sungguh dusta!hak mu untuk memilih diantara kami,tapi bukankah ini tidak adil jika dirimu dengan sengaja memberikan no hpku kepadanya sehingga dia dengan bebas melontarkan kata kata kotornya lupa kalau aku juga telah dibohongi dirimu, setelah pertama ditelepon itu saat dirimu dengan tidak punya hati memperkenalkan aku seperti itu”omelan panjang pun ku luapkan kepadanya dan itu menjadi akhir dari hubungan aku dengannya.
Tidak mudah memang melupakan rasa sakit disaat kesedihan datang bersamaan,saat kakek sedang kritis,kesehatannya yang semakin turun saat bersamaan juga aku harus melupakannya,melupakan kebahagyaan yang baru beberapa pekan menjadi satu penyemangat kerja jauh dari keluarga.
***
Hujan diluar malam ini semakin deras,suara mesin disebelahku sesekali mengagetkanku,membuat aku tidak bisa tidur,kupandangi ranjang kakek disebelah ku,ranjang yang berbeda dari biasanya.ya kini kakek tertidur pulas dalam kulkas dingin yang teramat dingin,sudah sebulan lebih kakek pergi.2 tahun sudah aku merawat kakek,kakek yang baik,seorang yang tak berdaya yang setiap harinya terbaring ditempat tidur karena kondisi kesehatan yang semakin melemah,sesak nafas kakek membuat masa tuanya selama 2tahun ini harus menderita.kini kakek telah pergi untukselamanya.pada saat beberapa hari kakek meninggal pada saat itupun hubungan aku harus berakhir dengannya,menambah setiap kesedihan itu terasa berat.
“kamu belum pindah majikan ya?masih menunggu mayat?kalau aku jadi kamu aku sudah telepon ejen minta pindah mau maunya nungguin mayat,sendirian lagi,kamu sangat berani ikhh”satu kalimat dilontarkan temanku saat aku menelponnya.
Kebaikan majikan dan kakek membuatku segan melakukan apa yang temanku sarankan.jujur saja saat malam pertama sampai 4hari kakek meninggal aku merasa aneh sedikit takut dan tak bisa tidur,bayangkan selama 2bulan menunggu hari terakhir kakek disembahyangkan aku harus menemani mayat kakek seperti biasa tidur bersebelahan dengan kulkas mayat,adat,kepercayaan dan kebiasaan yang berbeda,seorang yang meninggal mayatnya beberapa hari harus disimpan terlebih dahulu menunggu tanggal dan hari baik untuk dikebumikan.kesibukan majikanku karena pagi harus pergi bekerja membuat dia tak bisa menemani aku dan kakek,begitu juga 2anak nya yang tinggl serumah dengn kami,anak kakek 4orang 3diantaranya cewek,2ditaipe dan 1 dikaohsiung,anak pertama datang hanya sesekali saja,anak kedua dikarenakan mertua dia meninggal sang ayahpun tak bisa dia lihatnya,kepercayaan yang benar benar membuat kakek seakan tidak punya anak,seorang anak wanita bahkan setelah menikah sang mertua lebih dipentingkannya,adat mereka yang tidak memperbolehkan untuk sekedar menjenguk mayat kakek juga.hanya anak terakhir kakek yang serumah denganku seorang duda yang juga sibuk dengan kerjaannya,bukankah kakek begitu menyedihkan fikirku.
“maafkan aku anna uang tour sudah masuk kalau aku tidak pergi sayang,aku titip kakek padamu,Kamu pasti tidak takut,ada kakek disini dia pasti menjaga kamu dan mendoakan kamu agar nanti dapat majikan yang baik”kata sance anak ketiga kakek sambil menangis memelukku.sebelum dia pergi,uang tour yang dia keluarkan sebelum kakek meninggal membuat nya dengan berat hati harus pergi selama 10hari.Aku pun menganguk dalam hati aku bergumam,justru yang kutakutkan kakek sekarang dia berbeda,seumur hidupku aku belum pernah menyaksikan seorang yang mau meninggalpun kini bahkan aku harus menunggu mayat kakek sendirian dan 2 bulan bukan waktu yang sebentar lagi.namun kebaikan majikan dan pengertian kakek membuat aku kasian meski dengan terpaksa walaupun majikan yang baru telah menyuruhku cepat cepat datang.
Hari demi hari akhirnya akupun terbiasa menjaga mayat kakek,sesekali kutengoki kakek ku pandangi wajahnya kini bukan rasa takut yang kurasa tapi rasa kasian kulkas mayat yang dingin membuat wajah kakek semakin pucat.ahh melihat semua ini sungguh kebiasaan mereka terlalu asing bagiku.
Dreddd…satu sms masuk dihpku,mengagetku yang sedang memandangi kulkas mayat kakek.
“nonk kamu lagi apa?belum pindah majikan kan?udah move on belum kamu hahaa,jangn kamu pikirin dia terus masih banyak cowok yang bener.oh ya nonk aku pindah majikan,majikan aku sekarang pelit banget rese banget jadi aku malas kerja didia”sms dari salah satu sahabat terdekatku tina
“lah terus kamu dimana sekarang ?tanyaku!”
“aku dirumah kakek yang dulu nonk yang meninggal,soalnya tinggal diejen juga harus bayar makan perhari,nunggu punya majikan lagi”
“bukannya sama saja tinggal disitu juga harus makan,rumah kakekmu dulu kan kosong sekarang?jangan jangan kamu bohong,kulihat foto2 di sosmed fb mu,itu seperti nya kamu sekarang tengah malam keluyuran gitu?”
“iya kan aku belum dapat majikan lagi nonk,kadang tinggal diejen juga,ya bisa keluar ijin,pinjamin duit 2000nt nonk,kalau tidak ada 1000 nt juga tidak apa apa,buat makan sehari hari nonk please tolongin,aku butuh banget,sorry saat kamu lagi sedih aku malah pinjam duit”
“Udah biasa keles gak usah minta maaf,aku juga gak ada duit,harus pindah majikan lagi belum tahu bagaimana nanti disana,kalau 1000 ini ada tapi kamu kesini saja ambil”
“aku kesana kan harus pakai ongkos,gak ada uang sepeserpun,please nonk kirimin kalau punya sama indomie”
Melihat smsnya seperti itu,aku sedih banget benarkah untuk makan saja dia tidak ada,sedangkan aku dan dia sungguh sangat dekat bahkan dengan mamahnya pun aku sering berkomunikasi dan tidak jarang mamahnya selau menitipkan dia padaku.dia memang 2tahun lebih kecil dariku,aku dan dia pertama kali ketemu dipt saat pertama kali kita ketaiwan,ini untuk kedua kalinya kita bekerja ditaiwan,kita memang jarang bertemu karena dia memang tidak ada libur,namun komunikasi tidak pernah telat,apalgi sekarang setelah adanya sosmed,kenangan pertama dipt membuat kita seperti saudara sendiri,aku yang seperti seorang kakak kepada adiknya yang tak pernah telat membangunkannya dan menyuruh dia shalat,membuat dia sangat sayang juga padaku.dia yang dengan sayang menjaga aku saat aku sakit,tidak seharipun kita berpisah kemana mana selalu bersama,saat kedua kalinya kita berangkat ke pt aku lebih dulu pergi dan dia menyusul kembali.
“ya udah liat besok,kalau ada waktu aku kirim”
“makasih ya nonk,maafin aku disaat kakek kamu meninggal aku malah ngerepotin kamu,miss u”.
“iya kamu jaga diri baik baik diluaran sana,itu siapa lagi yang sering bersama kamu difoto,kaya cowok pacar kamu ya?mesra banget gitu,majikan belum dapat malah pacaran buat beli indomie aja kagak punya Huhh”
“hahha itu cewek ko bukan cowok nonk,teman aku dipt kemarin waktu kesini”
“lah itu kaya cowok banget,bahkan teman kita yang dipt dulu sampai nanya ke aku katanya pacar kamu itu cewek ya?”
“tenang aja nonk aku masih normal ko,”
“ya syukur lah harus tetap normal,kamu harus pilih pilih lah pergaulan disini tau kan bagaimana jangan sampai kaya aku juga,kita harus ingat mimpi kita,pokoknya kita harus jaga diri kita sendiri baik baik”
“ya nonk makasih,kamu juga jaga diri baik baik,lupakan dia,Tuhan masih sayang kamu sebelum terlambat kamu sudah tahu siapa dia”sms terakhrnya malam itu.
Hari ini tepat 2bulan kakek pergi,hari ini akan dikebumikan.selamat jalan kek agama dan kepercayaan kita memang berbeda tapi dirimu dimataku adalah seorang majikan yang baik yang pengertian seorang pasien yang sabar. ,semoga segala perbuatan baikmu diterimaNYa.doa dalam isak tangisku dihari terakhir kakek,hari terakhir aku menjaga kakek.
***
“Anna mau kah namamu kucantumkan dalam kartu keluarga”kata majikanku disaat malm terakhr aku dirumah kakek sebelum aku pindah majikan karena kontrakku memang masih 9bulan menuju 3th,dan Alhamdullilah aku sudah mendapat majikan yg jaraknya pun tidak jauh dari tempat ini.Sontak saja semua yang disitu tertawa,ada anak ketiga kakek dan 3 orang anak majikan aku.
“anna majikanmu bilang sebenarnya,kalau kamu mau tidak usah pindah majikan,kamu bisa menikah dengan adikku ”timpal anak ketiga kakek
“iya benar ayi kamu bisa menikah dengan papa”jawab anak majikanku yang cewek.Merah wajahku seketika,aku hanya tersenyum tidak menjawab perkataan mereka
“Anna mau tidak aku benar2 serius kamu bahkan bisa bawa mamah kamu kesini,kembali majikanku berkata
“kalau tidak mau kamu bisa kasih mamahmu uang perbulan” ujar sance(ank ketiga kakek)
“Ah jangan bercanda kataku sambil tertawa”
“Iya anna kamu mau tidak anak nya yang laki2 ikutan bicara.dengan mudah ku jawab aku dan kalian tidak akan sama agama ku bahkan tidak menyukainya ujarku dan aku tidak bisa melakukan ibadah dan kebiasaan kalian tentang agama.asal saja aku menjawabnya meski memang benar.
“kamu jangn khawatir majikanmu yang mengerjakan semuanya kamu tidak usah ikutan sembahyang”kata sance kembali atau kalau tidak mau kamu mau aku angkat sebagai anakku aku tidak punya anak cewek nanti suamiku bisa cariin kamu kerjaan di pabrik tapi kamu jangan kembali pulang Indonesia”
Aku pun tersenyum dan berkata,terimakasih semuanya saat ini aku hanya akan menyeleaaikan kontrak kerjaku.
“Ah anna padahal kami suka sekali dan tidak mau berpisah dengan kamu,terimakasih sudah menjaga kakek selama ini,jangan sungkan sungkan sering datang kesini kalau ada apa apa nanti dimajikanmu yang baru kamu pulang kesini dari sana kamu juga tau jaraknya tidak jauh kata sance sambil terisak nangis membuat semua orang yang tertawa tawa dengan candaan barusan serentak diam.
***
Angin sepoi sepoi menerpa wajahku,kupandangi jalanan didepan tidak jauh di depan sana sungai kecil mengalir,jembatan besar yang mempunyai sejarah ditaiwan terlihat tidak jauh dari tempatku berdiri..ah tempat ini sepertinya tidak asing fikirku.
Kupandangi kursi didepanku kursi panjang dibawah pohon besar ..tangga ke bawah menuju sungai kecil didepan menambah cantik pemandangan saat dikursi itu,kukunci kursi roda kakek lalu kududuk dikursi itu,,ah dunia ini kecil fikirku dulu aku dengan nya menyusuri jalanan ini bahkan dikursi ini pun kita berdua sempat menikmati pemandangan yang klasik ini,air sungai dan rumput ilalang dan hujan gerimis itu.Dan sekarang aku berada disini bahkan tempatku sekarang disekitar sini,ya majikan baru ku disini aku sekarang menjaga seorang kakek yang lumpuh sebelah,pagi membawanya terapi dan sorenya membawa dia jalan jalan.
“kek..apakah dulu kamu sering kesini?”tanyaku pada kakek mencoba akrab
“iya,dulu aku sering ambil rumput disini untuk makanan rusa”jawab kakek
MUNGKIN KAU SEKARANG MASIH BERBAHAGYA,DENGAN DIRINYA DENGAN CINTANYA..tiba tiba hpku berbunyi lagu fredy kesukaan ku pakai sebagai nada dering (panggilan masuk).kumatikan hpku seperti nya aku lebih senang menikmati pemandangan ini.Dreddd tiba tiba sms masuk“lagi apa nonk?lu marah ya?”satu sms dari sahabat ku tina
“lagi bawa kakek sanpu”jawabku
“nonk pinjamin pulsa internet ifu aku gak bisa keluar nanti ku ganti secepatnya”
“huhhh aku baru saja pindah majikan,uang waktu itu juga kamu gak dibayar bayar hihihi udah pulsanya juga yang kemarin aku juga lagi butuh”
“Oh iya ya nonk duitnya aku belum ada,aku pusing masih banyak hutang bank dirumah,belum lagi harus kirim buat makan mamih sehari hari”
“eh itu difoto teman teman satu pt kemarin ya?kamu kabur ya?itu kayanya bebas banget main main dikosan tengah malam gitu,parah kamu mah,itu yang kaya cowok lagi udah kaya pacar aja difoto sama kamu”
“iya nonk sebenarnya aku kabur,cape banget kerja sama majikan baru rewelnya minta ampun,tapi please nonk jangan sampai mamih aku tau ya,kamu jangan bilang ke dia ya nonk”
“lahh kamu bener bener ya kalau aku gak nanya terus kamu kayanya gak bakalan bilang,ngapain juga pinjam duit 1000,2000 udah gitu bentar bentar pulsanya bukannya pekerja ilegal gaji gede harusnya aku yang pinjam kamu”
“aku kan baru nonk,belum dapat kerja,untuk makan sehari hari saja dari mereka”
“jadi mereka itu semua kaburan ya,kamu diajak mereka gitu ya?parah kamu mah,emang enak ya jadi pekerja ilegal?”
“gak nonk aku sendiri yang niat,udah gak dikasih libur,udah rewel,kerjaan cape,ya enak sih daripada resmi punya majikan gila kaya aku kemarin”
“kamu udah lama kabur kan?ngapain pinjam pinjam duit ke aku waktu aku belum pindah majikan sebenarnya kamu udah kabur,huhhh udah pinjam duit,dibohongin lagi,kamu hati hati diluar sana ini negara orang masa kamu gak sayang diri sendiri apalagi liat foto kamu sama cewek yang kaya cowok itu,jangan terlalu dekat”
***
Hari ini tepat 1bulan aku menjaga kakek Li.malam ini hujan diluar lumayan deras,udara sedikit dingin kuambil selimut dibawah kakiku,kulihat kakek sudah tidur,kakek Li ini memang sangat malas kalau dibawa olahraga tapi kalau soal tidur dia cepat dan sangat suka.Kucoba buka app line,ku cari nama tina seperti nya aku belum ngantuk
“lagi apa?kemana kamu?aku butuh pulsa mau telepon mamah”ku pm(privat messenger)dia niat mau ngobrol kumulai dengan meminta pulsa yang dia pinjam.
“maaf tina nya lagi pake line ini,tenang nanti kalau sudah ada duit gw bayarin hutang dia semua”satu balasan dari akunnya yang memberikan satu kontak line ke aku,kulihat dan ku add kontak yang dia kasih,fotoprofilnya seperti temannya yang berpenampilan cowok,kucoba telepon ke no hpnya sama saja yang menjawab ternyata orang itu.
“sudah kubilang dia gak pake hp ini,kamu jangan ganggu dia nanti juga hutangnya dibayar”kata suara yang menjawab teleponku,sambil mematikan teleponnya
“lah memangnya aku tau hp nya dipake kamu”gumamku dalam hati dengan cepat ku pm kontak linenya langsung
“wah kamu benaran pacaran sama dia ya,sampai tukaran hp juga,parah banget,malah marah aku telepon no mu,emang aku tau dia yang pake,kamu benar benar sudah lupa diri,bahkan pinjam uang pinjam pulsa ke aku juga tidak pernah cerita apa apa.tin aku benaran sayang sama kamu,sepertinya melihat fotomu saja sama dia sangat aneh,gak ada cowok lagi apa ditaiwan sini?dan mungkin lebih baik aku yang tertipu sama cowok daripada punya pacar seperti kamu”panjang lebar aku omelin dia,uang dan pulsa yang dia pinjam kujadikan alat untuk mengomelinya.
“maafin aku nonk,aku tidak ada jalan lain selain berpura pura suka dia,dia yang memberiku tempat tinggal gratis,memberiku makan sebelum aku dapat kerjaan,dia benar benar baik nonk,tapi percayalah aku masih normal nonk,mamih juga sering komunikasi dengannya tapi mamih tidak tau tentang ini,kamu jang telepon dulu ke no itu dia cemburu sama kamu,aku tidak boleh dekat dekat sama kamu”balasan pm dari tina
“hahaha cemburu?yang benar saja dia cemburu padaku terus kamu masih normal?lalu kamu tidur bareng apa apa bareng dengan dia?sedangkan dia menganggapmu sebagai pacarnya,alasanmu berpura pura karena makan karena dia baik lalu kamu bohong juga padaku,pada mamih mu?bahkan menjadi pekerja ilegal mamihmu juga tidak tau terus kedepannya bagaimana,aku memang tidak bisa menolongmu tapi ku mohon kamu jangan terbawa arus lingkungan gitu jaga diri baik”ku akhiri chat line dengannya.
“iya nonk gak da cara lain lagi demi keselamatan aku,dia baik bahkan meminjamkan uang untuk aku kirim ke mamih,agar mamih tidak curiga.oh ya nonk aku pinjam ktp sama paspor mu buat pinjam duit,nanti aku lunasi hutang ke kamu sekalian kukasih lebihnya”ku pandangi smsnya rasa kecewa mulai menyelinap pelan pelan apa dia memanfaatkan rasa sayang dan kasihanku padanya fikirku,aku memang percaya padanya tapi setelah melihat dia sekarang kepercayaan ku sedikit hilang,ktp dan paspor?sungguh aku juga tidak sebodoh itu untuk menyerahkannya.kuabiarkan pm nya tidak kublz lagi
“nonk aku tau kamu kecewa padaku,mungkin kamu jijik melihatku sekarang,maafin aku ketahuilah aku benar benar sayang kamu dan kangen kamu”
Perlahan airmataku keluar,terbayang saat saat dipt bersamanya kemanapun kita pergi selalu bersama,waktu telah merubah persahabatan kita,keadaan,lingkungan,dan pergaulan berperan sangat besar bagi kita yang berkondisi seperti ini,aku juga sangat menyayangimu tin,semoga ketidakpercayaan ku kali ini padamu membuat kamu sadar kembali,menjadi pekerja ilegal memang tidak mudah meski gaji besar tetap saja keselamatan kita sangat bahaya,dari sekarang aku akan mengurangi komunikasi dengan mu demi dirimu juga,semoga nanti saat kita bertemu kembali kita sudah sama sama sukses dan tentunya kamu masih tetap seperti yang pertama aku kenal,aku juga benar benar merindukan mu,kebersamaan dan keceriaan itu.jaga diri baik baik tin kata kataku hanya dalam hati tak kuketik sebagai balasan pm dia.
kubawa,rindu,kecewa,harapan dan doa dalam mimpi malam ini.

我的故事

夏荷雅 / 我的故事 / 天下雜誌 / ผู้ย้ายถิ่นฐานใหม่ สวัสดีค่ะ ดิฉันก็เป็นอีกหนึ่งคนที่มาจากแดนสยาม เมืองยิ้ม ที่ต่างชาติรู้จักว่าเป็นประเทศที่แสนจะอบอุ่นแห่งหนึ่ง คือประเทสไทย ดิฉันไม่เคยนึกไม่เคยฝันมาก่อนว่าจะได้ย้ายถิ่นมามาอยู่ที่ไต้หวันเมืองที่อุดมสมบรูณ์อย่างนี้ ก่อนอื่นเลยคือครอบครัวดิฉันยากจน จึงไม่มีโอกาศเรียนต่อมหวิทยาลัยที่บ้านทั้งที่ก็สอบติดแล้วแต่เนื่องจากว่าทุนทรัพย์ของครอบครัวไม่อำนวย แต่โชคชะตาให้ดิฉันได้ทุนของโครงการยูนิเซฟ เป็นโครงการสำหรับเด้กด้อยดอกาสกาณศึกษา แล้วให้ฝึกงานการโรงแรม 6 เดือน ดิฉันก็มีความสุขมากกับการฝึกงานครั้งนี้ เมื่อจบการศึกาาครั้งนี้ดิํนก้ได้ทำงานเป็นกุ็กอาหารอิตาเลี่ยนที่โรงแรม แล้วก็ยึดอาชีพนี้มาโดยตลอด8 ปี ดิํนชอบทำอาหารมาก ว่างๆก้เรียนรู้จากเพื่อนร่วมงานเรื่องอาหารไทยและการแกะสลักบ้างเล็กน้อย แต่ดิฉันและครอบครัวก็ไม่ได้มีฐานะดีขึ้น จึงต้องตัดสินใจไปทำงานต่างประเทศตอนอายุ 28 ปี นี่คือจุดเริ่มต้นของชีวิตในไต้หวันค่ะ เมื่อเข้ามาทำงานต่างที่ ต่างดินแดน แล้ว แน่นอนค่ะวัฒนธรรม และภาษาเป็นปัญหาอย่างมาก อีกทั้งต้องรองรับปัญหาจากที่ทำงาน และอากาศหนาวเย็นที่ไม่เคยสำผัสมาก่อน เนื่องจากภาาาเป็นปัยหาอย่างแรกจึงทำให้ดิฉันเกิดความกดดันอย่างมาก แต่ยังโชคดีที่เพื่อนร่วมงานคอยแปลให้ฟังบ้าง บางครั้งก้ดดนเพื่อนร่วมงานที่เป็นกุ็กในครัว กลั่นแกล้งเรื่องภาษาจีนกลาง แต่ก็ต้องอดทน สู้ทำงานต่อไป ดิฉันก็เคยสงสัยว่าถ้าวันหนึ่งเราได้เรียนภาษาจีนกลางเราจะไม่กลั่นแกล้งคนอื่น แต่กลับช่วยเหลือพวกเขาดีก่าว เพราะความรู้สึกนั้นมันหดหู่เกินก่าวที่เราจะบันยาย หลังจากที่ดิแฉันฝ่าฟันกับอุปสรรคมาได้สักระยะ เรื่องภาษา สื่อสารก็ดีขึ้น แต่บัฝเอิญทำงานมาได้แค่ 2 ปี กิจการทางร้านอาหารไทยไม่ค่อยสู้ดีนัก จึงต้องปิดลง ณ ตอนนั้นดิฉันก้ได้รู้จักและสนิทกับเพื่อนๆ คนไต้หวันแล้ว … Continue reading “我的故事”

夏荷雅 / 我的故事 / 天下雜誌 / ผู้ย้ายถิ่นฐานใหม่

สวัสดีค่ะ ดิฉันก็เป็นอีกหนึ่งคนที่มาจากแดนสยาม เมืองยิ้ม ที่ต่างชาติรู้จักว่าเป็นประเทศที่แสนจะอบอุ่นแห่งหนึ่ง คือประเทสไทย ดิฉันไม่เคยนึกไม่เคยฝันมาก่อนว่าจะได้ย้ายถิ่นมามาอยู่ที่ไต้หวันเมืองที่อุดมสมบรูณ์อย่างนี้ ก่อนอื่นเลยคือครอบครัวดิฉันยากจน จึงไม่มีโอกาศเรียนต่อมหวิทยาลัยที่บ้านทั้งที่ก็สอบติดแล้วแต่เนื่องจากว่าทุนทรัพย์ของครอบครัวไม่อำนวย แต่โชคชะตาให้ดิฉันได้ทุนของโครงการยูนิเซฟ เป็นโครงการสำหรับเด้กด้อยดอกาสกาณศึกษา แล้วให้ฝึกงานการโรงแรม 6 เดือน ดิฉันก็มีความสุขมากกับการฝึกงานครั้งนี้ เมื่อจบการศึกาาครั้งนี้ดิํนก้ได้ทำงานเป็นกุ็กอาหารอิตาเลี่ยนที่โรงแรม แล้วก็ยึดอาชีพนี้มาโดยตลอด8 ปี ดิํนชอบทำอาหารมาก ว่างๆก้เรียนรู้จากเพื่อนร่วมงานเรื่องอาหารไทยและการแกะสลักบ้างเล็กน้อย แต่ดิฉันและครอบครัวก็ไม่ได้มีฐานะดีขึ้น จึงต้องตัดสินใจไปทำงานต่างประเทศตอนอายุ 28 ปี นี่คือจุดเริ่มต้นของชีวิตในไต้หวันค่ะ เมื่อเข้ามาทำงานต่างที่ ต่างดินแดน แล้ว แน่นอนค่ะวัฒนธรรม และภาษาเป็นปัญหาอย่างมาก อีกทั้งต้องรองรับปัญหาจากที่ทำงาน และอากาศหนาวเย็นที่ไม่เคยสำผัสมาก่อน เนื่องจากภาาาเป็นปัยหาอย่างแรกจึงทำให้ดิฉันเกิดความกดดันอย่างมาก แต่ยังโชคดีที่เพื่อนร่วมงานคอยแปลให้ฟังบ้าง บางครั้งก้ดดนเพื่อนร่วมงานที่เป็นกุ็กในครัว กลั่นแกล้งเรื่องภาษาจีนกลาง แต่ก็ต้องอดทน สู้ทำงานต่อไป ดิฉันก็เคยสงสัยว่าถ้าวันหนึ่งเราได้เรียนภาษาจีนกลางเราจะไม่กลั่นแกล้งคนอื่น แต่กลับช่วยเหลือพวกเขาดีก่าว เพราะความรู้สึกนั้นมันหดหู่เกินก่าวที่เราจะบันยาย หลังจากที่ดิแฉันฝ่าฟันกับอุปสรรคมาได้สักระยะ เรื่องภาษา สื่อสารก็ดีขึ้น แต่บัฝเอิญทำงานมาได้แค่ 2 ปี กิจการทางร้านอาหารไทยไม่ค่อยสู้ดีนัก จึงต้องปิดลง ณ ตอนนั้นดิฉันก้ได้รู้จักและสนิทกับเพื่อนๆ คนไต้หวันแล้ว จนกระทั่งพบรักกับเพื่อนร่วมงานที่เป็นคนไต้หวัน และตัดสินใจคบกันได้สักระยะหนึ่งจึงตัดสินใจหมั้นหมายกัน โดยทางครอบครัวดิฉันได้เดินทางมาไทเป 7 วันเพื่อร่วมงานหมั้นในครั้งนี้ จากนั้นดิฉันก็ลาออกจากงานแล้วกลับประเทศไทย จัดงานแต่งงาน แล้วค่อยเดินทางกลับมาที่ไทเปอีกครั้งหนึ่ง ดิฉันโชคดีที่มีครอบครัวใหม่ที่อบอุ่น ทุกคนที่เป็นพ่อ แม่ พี่ น้องและญาติทางสามี ยินดีและต้อนรับสะใภ้คนใหม่อย่างดีมากค่ะ ทุกคนให้ความสนใจเรื่องภาาาและวัฒนธรรรมของคนจีนต้หวันมาก ครอบครัวใหม่จึงสนับสนุนให้ดิฉันเรียนภาษาจีนกลางที่ 文化大學語言中心 ประมาณปีก่าวๆ ดิฉันจึงสมัครเข้าเรียนต่อที่ 國立臺灣師範大學 華語文教學系 ซึ่งเป็นโอกาศที่ดีมากดิฉันดีใจมากที่ได้รับดอกาสครั้งนี้ ซึ่งปัจจุบันดิฉันอายุ 35 ปีกำลังยังศึกษาอยู่ มหาวิทยาลัยครูซือต้า ปี 3 ณ ปีนี้ดิฉันก็เริ่มทำงานพาสทามสอนภาษาไทยให้คนไต้หวัน ที่泰文補習班 อาทิตย์ล่ะ1-2วัน และก็แบ่งเวลาไปสอนอาหารไทยบ้าง เดือนล่ะ ครั้ง ค่ะ ดิฉันหวังว่าทุกท่านที่ได้อ่านและฟังเรื่องราวนี้แล้วเกิดประโยชน์หรือมีความนาสนใจ นะค่ะ ขอบคุณค่ะ

บทกวี เรื่อง ความทรงจำในใต้หวัน

นาย เจษฏา จางจา / บทกวี เรื่อง ความทรงจำในใต้หวัน / ไม่มี / แรงงานต่างชาติ ความทรงจำในใต้หวัน ใครๆเขาว่าไต้หวันคือ ( แผ่นดินทอง ) ที่มีทองมากมายให้เราได้เลือกขุดกัน ถึงได้กู้เงินจ่ายค่าหัวมหศาลเพื่อมาเสี่ยงดวง แต่บุญโชคไม่เข้าข้างเสียทั้งเงินหนี้ถ้วมหัว อยู่ต่างบ้านต่างเมืองเจอปัญหามืดแปดด้าน ถ้าโอกาสมีอีกคงไม่เชื่อนายหน้าและจัดหางาน แต่จะเลือกมาอย่างฉลาดและรู้ท่องแท้ เพื่อคนที่รักแล้วขอยอมเสี่ยงอีกครั้งหนึ่ง

นาย เจษฏา จางจา / บทกวี เรื่อง ความทรงจำในใต้หวัน / ไม่มี / แรงงานต่างชาติ

ความทรงจำในใต้หวัน
ใครๆเขาว่าไต้หวันคือ ( แผ่นดินทอง )
ที่มีทองมากมายให้เราได้เลือกขุดกัน
ถึงได้กู้เงินจ่ายค่าหัวมหศาลเพื่อมาเสี่ยงดวง
แต่บุญโชคไม่เข้าข้างเสียทั้งเงินหนี้ถ้วมหัว
อยู่ต่างบ้านต่างเมืองเจอปัญหามืดแปดด้าน
ถ้าโอกาสมีอีกคงไม่เชื่อนายหน้าและจัดหางาน
แต่จะเลือกมาอย่างฉลาดและรู้ท่องแท้
เพื่อคนที่รักแล้วขอยอมเสี่ยงอีกครั้งหนึ่ง

NGITI

pusong sawi /  NGITI / wala / caretaker NGITI Buwan ng Setyembre ngiti mo ay una kong nasilayan Mga ngiti mo na sa akin ay nagpakaba at nagpabilis ng tibok ng aking puso Sa oras na yaon damdamin ay nag iba Hinawakan mo ang aking mga kamay Na noon ay nanginginig na Tanong mo sa akin bakit … Continue reading “NGITI”

pusong sawi /  NGITI / wala / caretaker

NGITI
Buwan ng Setyembre ngiti mo ay una kong nasilayan
Mga ngiti mo na sa akin ay nagpakaba at nagpabilis ng tibok ng aking puso
Sa oras na yaon damdamin ay nag iba
Hinawakan mo ang aking mga kamay
Na noon ay nanginginig na
Tanong mo sa akin bakit ika’y nanginginig?
Nahihiya ka ba?Sabay ang pagsilay ng napakatamis mong ngiti

Halos matunaw ako habang sayo ay nakatitig.
Mga ngiti mo na sadyang kay tamis
Ako yata sayo ngayun ay umiibig na
Halos hindi ko namalayan ang mga oras ay lumipas na pala
At kailangan ko na sayo ay magpaalam na
Tanong mo sa akin tayo ba ay magkikita pa
Sumilay ang ngiti sa aking mga labi
Sabay sambit ng oo tayo ay magkikita muli

Lumipas ang mga araw at buwan
Tayo nga ay nagkitang muli
Bawat sandali ay sadyang kay tamis
Pag ibig mo nga sa akin ay iyong sinambit
Puso ko ay nagdiwang sa sobrang tuwa at kilig
Dahil naman noon pa man ikaw ay iniibig
Mga sandali na kapiling ka ay sadyang kay tamis
Tinig mo ang laging nais ko ay marinig
Mga ngiti mo ay siyang nais na laging masilayan
Pangalan mo ay sa tuwina ay bukambibig
Anupat umikot sa iyo ang aking daigdig

Ngunit ang saya at tamis ng ating pang ibig
Ay biglang napalitan ng hikbi at pait
Mundo ko ay nayanig
Sa balitang aking narinig
Ikaw raw ay may ibang iniibig
Anupat mga luha sa aking mga mata ay biglang umagos ng walang humpay

Tunay na kay sakit na marinig
Na ang aking mahal ay may ibang iniibig
Halos hindi ako makahinga at diddib ko ay nanikip
Halos panawan ako ng ulirat
At hindi makakain
Walang araw na hindi kita inisip
At itinatanong ko sa aking isip
Bakit sa akin ikaw ay nagtaksil?

Pag ibig ko ba ay hindi naging sapat
Para sa iba ikaw ay umibig?
Ako ba ay nagkulang sa iyo?
Kaya ikaw ay humanap ng iba?
Init ba ng aking yakap at halik ay hindi sapat?
Upang ako ay iyong ipagpalit?

Oh kay sakit ng sinapit nitong aking Pag ibig
Sa isang iglap nagbago ang lahat
Ang saya ay napalitan ng lungkot
Ang pagsinta na dati ay kay tamis ngayon ay naging mapait
Ang mga ngiti sa aking labi ngayon ay paghihinagpis

Sa langit ako ay napatingin
At akin na lamang nasambit
Ang ngiti mo na sa akin ay nagpa ibig
Ay siya rin pala na sa akin ay mananakit

Đời Lục Bình Trôi

Hải Âu / Đời Lục Bình Trôi / Không / phối ngẫu quốc tịch nước ngoài Đời Lục Bình Trôi Thuỷ là con gái miền tây quê ở Đồng Tháp Mười . Từ nhỏ nhà nghèo, gia đình cô phải sống trên ghe lênh đên trên miền sông nước.Gia đình cô có sáu anh em, cô đứng thứ … Continue reading “Đời Lục Bình Trôi”

Hải Âu / Đời Lục Bình Trôi / Không / phối ngẫu quốc tịch nước ngoài

Đời Lục Bình Trôi
Thuỷ là con gái miền tây quê ở Đồng Tháp Mười . Từ nhỏ nhà nghèo, gia đình cô phải sống trên ghe lênh đên trên miền sông nước.Gia đình cô có sáu anh em, cô đứng thứ ba. Cả gia đình đều sinh sống trên tàu. Dân Đồng Tháp nghèo lắm vì mỗi khi mùa mưa đều bị ngập lụt. Vì thế gia đình Thuỷ chọn cuộc sống tha phương cầu thực. Từ nhỏ cô không được học hành gì cả, vì gia đình ngày đây mai đó. Nhưng ước mơ được cấp sách đến trường luôn cháy bỏng trong lòng cô. Mỗi khi tàu của gia đình cô đến địa điểm dừng chân, cô lại lén ba mẹ đến trường học, thấp thỏm ngoài cửa lén nhìn thầy cô dạy học, dần dần cô cũng biết chữ tuy không nhiều nhưng cũng tạm được.
Mỗi chuyến đi của gia đình cô rất dài. Ba mẹ cô thường mua trái cây, rau cải chở đầy ghe dọc theo sông Tiền Giang,khi hàng bán hết lại mua hàng hóa địa phương đến vùng khác bán, họ theo sông Gành Hào xuống vùng Bạc Liêu Cà Mau . Cùng đi với gia đình cô cũng có rất nhiều bà con họ hàng. Khi hàng hóa bán hết họ ở lại địa phương làm thuê, gặt lúa hay làm công. Thuỷ rất giỏi gian, hàng ngày trông em và nấu cơm cho cả nhà. Còn tranh thủ thời gian đến trường học lén . Cuộc sống trôi nổi trên sông, có khi nước nổi Thuỷ nhìn lục bình trôi và thầm nghĩ cuộc đời cô có lẽ nào như lục bình không? Cứ trôi nổi không biết đâu là bến bờ.
Cuộc đời khắc nghiệt, khi Thuỷ mười hai tuổi thì ba cô trong lúc làm thuê ngất xỉu, ông bị tai biếng mạch máu não bị liệt nữa người. Lúc đó anh hai cô vừa lấy vợ làm rể ở Cà Mau. Anh ba thì làm thuê xa xứ , gánh nặng gia đình đè lên đầu cô. Cô đi ở mướn cho một nhà giàu trong thị trấn, hàng tháng gởi tiền cho mẹ nuôi em và ba cô. Mỗi ngày mặc dù cực khổ nhưng Thuỷ rất ngoan và chăm chỉ, nhà chủ cũng đối xử không tệ với cô. Chủ cô là cô giáo dạy tiểu học, biết Thuỷ thích học nên những giờ rảnh rỗi dạy cho cô học chữ thêm . Cô rất chăm chỉ học nên tiến bộ rất nhanh.
Thời gian trôi đi thật nhanh, năm cô mười tám tuổi thì ba cô qua đời. Khi về nhà lo đám tang xong, cô định lên thành phố tìm việc làm. Cũng như bao nhiêu cô gái dạy thì, cô cũng ước mơ gặp được người đàn ông chăm sóc và yêu thương cô cả đời. Nhưng ước mơ chưa thành sự thật thì cô nghe nói ở quê có rất nhiều người có chồng đi Đài Loan, gia đình trở nên giàu có Nghe thế cô nghĩ rằng, gia đình mình nghèo quá nếu cô hy sinh biết đâu sẽ giúp đỡ cho mẹ và em. Cô tìm đến người họ hàng và nhờ vả họ đưa cô lên thành phố may mối lấy chồng Đài Loan. Cô được sắp sếp ở tại nhà mẹ nuôi cùng với bao nhiêu cô gái khác. Mỗi ngày chờ đợi từng đoàn đến xem. Mọi cô gái ở đây được gọi bằng cái tên đẹp là [Đào ] . Khi nào họ cần sẽ gọi, nên mỗi ngày cô phải trang điểm cho đẹp và chờ đợi. Có khi từ Đài Loan đến có một người nhưng may mối gọi hàng trăm cô Đào cho họ chọn lựa . Nhiều lúc cô tự nghĩ bọn cô giống như lợn cái, chờ người ta chọn giống. Cảm thấy mình như những món hàng hóa ngoài chợ, chờ người mua.
Như thế hai tháng trôi qua, Thuỷ trải qua hàng trăm cuộc kén chọn, cuối cùng cô cũng bị chọn. Đám cưới của cô được tổ chức rất nhanh, mẹ cô được cho hay và cả gia đình lên thành phố dự lễ cưới. Khi chọn áo cưới Thuỷ ngỡ như mình đang nằm mơ. Và cuối cùng ước mơ của cô cũng thành hiện thực, cô đã tìm được người đàn ông mà sẽ chăm sóc và yêu thương cô suốt đời? Đám cưới tổ chức xong, mẹ cô nhận được số tiền cưới là một triệu đồng . Số tiền tuy không nhiều nhưng đủ cho gia đình cô sinh sống vài tháng. Thuỷ cũng nghĩ rằng khi đến Đài Loan sẽ có thêm tiền gởi về cho mẹ. Sau đám cưới chồng Thuỷ về Đài Loan, cô được sắp xếp học tiếng trung và làm thủ tục xuất cảnh theo chồng. Cứ ngỡ từ đây cô được đổi đời, Thuỷ vừa mừng nhưng lại vừa lo, vì cô phải đến một nơi xa lạ, không biết mọi điều sẽ như thế nào nhưng cô không còn sự lựa chọn nào cả. Khi thủ tục hoàn tất cô về quê từ giã mẹ và em. Từ giã nơi chôn nhau cắt rốn, từ giã con sông thân quen và từ giã những cánh lục bình trôi. Cô cảm thấy mình giống như cánh lục bình không biết trôi dạt về đâu. Thầm cầu nguyện cho mình hạnh phúc trong cuộc hôn nhân với người không quen biết.
Lần đầu tiên đến sân bay, cô ngỡ ngàng với những gì mình thấy, cùng đi với cô còn có vài chị em, họ cũng như cô nhắm mắt đi theo định mệnh. Bước chân đầu tiên đến Đài Loan, cô cảm thấy mình đến đúng nơi rồi, đây là thiên đường mà cô mơ ước, những chiếc xe hơi ngập đường phố, nhưng căn nhà cao tầng, đường xá rộng lớn, cô cứ tưởng mình nằm mơ. Chồng cô rước cô với nụ cười rạng rỡ, cô ngồi lên xe của chồng và thầm nghĩ nhà chồng chắc rất giàu nên mới có xe hơi, nhưng cô đâu biết rằng xe hơi là phương tiện giao thông phổ biến ở Đài Loan. Ngồi trên xe cô nhìn ra đường phố nghĩ rằng nhà chồng không biết mấy tầng nhỉ. Xe cứ chạy, cứ chạy họ qua hết khu phố này đến khu phố khác, có lúc đến nông thôn có lúc đến thành thị.
Xe của chồng cô dừng lại ngay tại một ngôi nhà biệt thự thật đẹp, trước cổng trồng rất nhiều cây cảnh đắc tiền, lối vào hai bên có hoa hồng thật thật đỏ , cô vừa bước vừa mơ màng, cảm giác chính mình như một nàng công chúa, đi dạo quanh hoa viên. Bỗng nhiên cô nghe thấy tiếng chồng cô gọi, cô bàng hoàng nhìn về phía sau, chẳng thấy ai. Chồng cô lại thét lên làm cô giật mình tỉnh giấc, hóa ra cô đang mơ. Cô bước chân xuống xe nhìn thấy trước mặt cô là căn nhà ba căn thấp sụp. Có một cụ già từ trong nhà bước ra, chồng cô bảo cô gọi mẹ chồng. Mẹ chồng cô đã hơn bảy mươi tuổi, da đen lưng còng. Trong khi cô còn đang bàng hoàng thì chồng cô đem hành lý vào nhà và dắt cô vào phòng riêng. Phòng của cô thật đơn sơ, chỉ có một chiếc giường và một cái tủ. Mặc dù ước mơ không thành sự thật nhưng ít ra vẫn đỡ hơn ở quê nhà ngủ trên sông . Sau khi thu xếp xong hành lý, chồng cô dắt cô đi khắp nhà, từ nhà bếp dạy cô cách mở bếp ga, cách nấu cơm điện, đến cách điều khiển máy giặt. Sau đó dắt cô đến phòng của ba mẹ chồng. Ba chồng cô giống như cha cô bị liệt nằm trên giường cần người chăm sóc. Bây giờ cô mới biết chồng cô cưới cô vì mục đích chăm sóc cho ba mẹ chồng. Nhưng cô không trách cứ gì, mà hàng ngày còn chăm chỉ lo cho họ, vì cô nghĩ rằng mình phải làm tốt bổn phận làm dâu. Mặc dù không biết nói, nghe không hiểu, nhưng cô học hỏi rất nhanh. Vì có kinh nghiệm chăm sóc ba cô, ba mẹ chồng cô được cô chăm sóc cẩn thận và chu đáo. Ngoài việc nhà cô còn tiếp tay mẹ chồng thu dọn phế liệu đi bán. Mẹ chồng rất thương cô, hàng tháng bà đều cho tiền cô gởi về quê, tuy không nhiều nhưng vẫn đủ cho mẹ cô sinh sống và em cô ăn học.
Ngày tháng trôi qua rất nhanh đứa con đầu lòng ra đời, cô cứ nghĩ mình đã tìm được hạnh phúc riêng thì thảm hoạ giáng xuống nhà cô. Chồng cô bị tại nạn xe, phải nằm viện. Cô thì vừa mới sinh con, nhà không có ai, chưa được đầy tháng cô phải tự mình cơm nước cho gia đình, hàng ngày phải đến bệnh viện chăm sóc chồng. Gánh nặng gia đình lại một lần nữa đè lên đầu cô. Mặc cho con còn nhỏ, cô bỏ bé ở nhà cho mẹ chồng xem, đi tìm việc làm. Vì hoàn cảnh gia đình cô không tìm được công việc ổn định. Mỗi ngày làm ba đến bốn việc khác nhau, về nhà còn phải lo lắng cho con. Nhờ có cô gia đình chồng cũng sống được qua ngày.
Khi con cô ba tuổi thì ba chồng cô mất, đám tang xong cô cho con đi học lớp mầm non còn cô thì tìm việc vào công xưởng. Chồng cô thất nghiệp trong thời gian dài, bắt đầu thất trí. Anh cùng bạn bè ăn chơi nhậu nhẹt, khi hết tiền thì tìm cô lấy. Lúc đầu cô nghĩ rằng anh cứ ở nhà hoài sẽ sinh bệnh tìm bạn bè cho khuây khoả. Nhưng có ngờ đâu anh càng ngày càng tệ, hết ăn chơi nhậu nhẹt lại cờ bạc. Có lúc khi lấy cắp tiền cô để dành cho gia đình chi tiêu hàng tháng. Xài hết lại bắt cô đưa, nếu không có thì đánh cô. Có nhiều lần cô bị đánh nằm viện, bạn bè khuyên cô ly hôn nhưng cô thương mẹ chồng và sợ con mình còn nhỏ không ba sẽ bị người ta chê cười, và từ nhỏ cô đã nghĩ phận gái mười hai bên nước biết bên nào trong, biết bến nào đục . Cô cứ chịu đựng ,cô tự an ủi bản thân, từ nhỏ đã chịu nổi cực khổ thì bây giờ vẫn thế. Nhưng đôi lúc đối mặt với thực tế cô muốn chết đi cho xong. Những khi ý nghĩ tự tử cướp đi tâm trí cô thì sự xuất hiện của con gái khiến cô tỉnh táo. Cô tự đánh vào mặt mình, tại sao lại có ý nghĩ điên dại như thế. Cô phải sống vì con, vì mẹ, nếu không có cô họ sẽ ra sao? Cô bắt đầu nhớ đến cánh lục bình quê nhà, dù cho phong ba bão táp, lục bình vẫn sống và cố gắng đơm hoa. Lục bình trôi dạt không biết đâu là bến bờ nhưng vẫn sống đẹp.
Mẹ chồng cô mất khiến cô không còn lý do gì ở lại ngôi nhà đầy đau khổ, cô định ly dị với chồng nhưng chồng cô không đồng ý, còn doạ sẽ bắt con. Cô nhờ trung tâm phục vụ gia đình giúp đỡ, giúp cô ra toà. Và cuối cùng cô cũng được tự do kết thúc cuộc hôn nhân đầy đau khổ. Mười ba năm đi qua ,tuổi thanh xuân cũng đi qua, đầy ắp trên gương mặt cô là những nếp nhăn của thời gian. Cô tự nhìn vào gương, sờ vào mặt mình, cảm thấy xa lạ quá, có chắc đây là gương mặt của mình không. Bỗng nhiên cô đứng dậy, đi ra đường. Mua một bộ đầm thật đẹp, cắt một kiểu tóc mới. Cô tự nhủ với lòng, từ bây giờ cô sẽ hoàn toàn thây đổi. Một cuộc sống mới sẽ đến với cô, đầy niềm tin và hy vọng. Cô bước đi bên cạnh con gái xinh xắn trong buổi chiều hoàng hôn.
Lục bình vẫn xanh tươi như ngày nào mặc cho phong ba bão táp, và giờ đây đã nở những bông hoa tím diệu dàng. Hoa đã tìm được bến bờ bình yên. Nếu có dịp bạn đến miền tây, đừng bỏ qua chiêm ngưỡng những cánh lục bình trôi dạt trên sông. Cuộc đời của cô Thuỷ giống như cuộc đời của hàng ngàn cô Thuỷ khác, vì gia đình trôi dạt đến Đài Loan, như lục bình trôi tìm bến bờ hạnh phúc. Chúc cho những cô dâu xử Đài tìm được hạnh phúc riêng mình.

RUMAH IMPIAN

ENI OKTAVIANI / RUMAH IMPIAN / TIDAK ADA / tenaga kerja asing RUMAH IMPIAN Namaku Eni, aku sulung dari tiga bersaudara. Namun, takdir telah merenggut adik perempuanku lima tahun lalu. Belum diketahui penyebab pasti kepergiannya. Namun, mantri yang memeriksanya kala itu mengatakan ia terkena serangan jantung, karena meninggal dengan tiba-tiba seusai melaksanakan sholat magrib berjama’ah, tepat di halaman … Continue reading “RUMAH IMPIAN”

ENI OKTAVIANI / RUMAH IMPIAN / TIDAK ADA / tenaga kerja asing

RUMAH IMPIAN

Namaku Eni, aku sulung dari tiga bersaudara. Namun, takdir telah merenggut adik perempuanku lima tahun lalu. Belum diketahui penyebab pasti kepergiannya. Namun, mantri yang memeriksanya kala itu mengatakan ia terkena serangan jantung, karena meninggal dengan tiba-tiba seusai melaksanakan sholat magrib berjama’ah, tepat di halaman masjid. Ya, Allah ternyata menyayangi adikku yang manis itu. Hingga, Ia tak ingin Adikku berlama-lama menghirup kotornya udara dunia.
Kepergian Adikku itu tentu saja menyisakan duka yang amat mendalam. Belum lagi hari pemakaman si manis itu bertepatan dengan hari dimana aku mengikuti ujian nasional SMA. Campur aduk rasanya perasaan ini. Air mata tak pernah surut, sebisa mungkin aku berusaha kuat dan berkonsentrasi mengerjakan soal, aku pasrah.
Selepas ujian, seorang guru yang akrab kupanggil Bapak sosiolongi, memelukku, menepuk bahuku dan berkata, “Sabar, cobaan bukanlah beban. Kamu kuat.”
kalimat Beliau itu dalah suntikan semangat yang sangat luar biasa, aku kuat. Sangat kuat, lebih kuat dari yang orang pikirkan. Terbukti dengan hasil ujianku yang cukup memuaskan, aku lulus.

Usai kelulusan, terbesit keinginanku untuk kuliah. Namun kondisi ekonomi mengurungkan niatku. Bagaimana tidak, kami tinggal di rumah berdinding papan semi anyaman bambu penuh lubang, yang berdiri dia tanah orang. Ya, tanah itu milik Nenek, kami masih menumpang.
Mulai saat itu aku berpikir dewasa dan memilih bekerja, tawaran untuk dikuliahkan gratis oleh saudara pun, aku tolak. Mimpiku satu, aku belum akan menikah ataupun kuliah sebelum bisa membuatkan rumah yang layak untuk orang tuaku.

Enam bulan bekerja sebagai pelayan toko, ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah. Bapak hanya seorang buruh tani. Beliau bekerja tidak tetap, sehingga tidak ada pemasukan tetap dalam rumah. Aku yang mau tak mau harus siap menjadi tulang punggung keluarga, mengingat Bapak juga mengidap penyakit diabetes. Beliau tentu butuh obat. Setiap pulang cuti, aku selalu membawa bulang dua kotak obat untuk ayah, sekotak bisa untuk 3 bulanan.

Waktu berlalu, dan selama itu pula aku masih terus berpikir keras, bagaimana mewujudkan rumah impian untuk mereka kelak, apa yang harus kulakukan?
Ternyata, Allah mengerti kegelisahanku. Aku dipertemukan dengan seorang pelanggan toko tempatku bekerja yang ternyata seorang sponsor TKW. Aku bertanya banyak pada beliau tentang proses menjadi TKW dan gaji perbulannya. Aku mendapatkan titik terang, aku akan bisa membangun rumah impian itu dengan jalan menjadi seorang TKW.
Akupun keluar dari pekerjaanku, boss ku sangat keberatan. Tapi apa boleh buat, gaji disana tidaklah cukup untuk membangun mimpi. Aku pulang, dan akan memutuskan menjadi TKW di singapura.

Dan,Allah lagi-lagi tidak tinggal diam. Keinginanku menjadi TKW tercium oleh sponsor dari desa tetangga. Beliau justru bersedia membiayai proses serta memberi uang saku, untuk bekerja ke Taiwan. Tentu saja langsung kusetujui. Bagaimana tidak, saat itu proses masuk taiwan harus membayar sekitar 2,5 juta, tanpa uang saku.
Tangis haru BAPAK dan ibu melepas kepergianku. Mereka tidak tahu tujuanku yang sebenarnya menjadi seorang TKW, yang mereka tahu hanyalah watakku yang sekali ingin, harus dilakukan. Itulah aku. Tujuanku untuk membangun rumah impian, masih kurahasiakan.
Setelah empat bulan merasakan getirnya tinggal di penampungan, tibalah aku di negeri yang serupa selembar daun mengapung, Taiwan. Negeri yang terkenal dengan sebutan formosa ini, akan mengajari serta membantuku membangun mimpi.
##
“ Pak, besok Eni kirim uang. Tolong belikan batu bata.” kataku pada Bapak dalam percakapan telepon malam itu.

“ Batu bata buat apa nduk?” tanya Bapak dengan nada heran.

“ Buat bangun rumah kita, buat apa lagi?”
Ya Allah ya Rabbi, apa ini mimpi? Alhamdulillah ya Allah. Buk e, anak kita mau bangun rumah buat kita Buk. Ya Allah ya rabbi, matursuwon,nduk.”
Suara Bapak dan Ibu terdengar serak,tangis bahagia beliau menumpahkan butiran bening di pipiku, aku lega.

Sejak saat itu,setiap bulan gajiku kukiririm ke rumah untuk mencicil bahan bangunan, mencicil rumah impian yang telah lama kami angankan. Dan, akhirnya setelah 2,5 tahun waktu berlalu, rumah itu telah berdiri kokoh. Dibangun tepat dimana hari aku aku dilahirkan, 20 oktober. Aku terharu, ternyata Bapaklah yang memilih tanggal itu. Ucapan selamat ulang tahun sekaligus senyum bahagia Bapak dan dan Ibu di hari itu, adalah hadiah terbesar yang takkan ternilai harganya. Rumah impian akan segera berdiri kokoh di depan mata dalam waktu singkat, melindungi mereka dari terik,hujan serata dinginnya angin malam. Aku lega.

“ Gimana Pak, rasanya tidur di rumah baru, Seneng gak?” tanyaku bahagia pada Bapak lewat telepon.

“ Ya seneng to Nduk. Kan sekarang kalo malam tidur sudah tidak khawatir kedinginan lagi. Tidak ada genteng bocor, dan tidak takut rumah roboh pas ada angin besar. Bapak dan Ibu berterimakasih sekali, Nduk. Lebih dari 20 tahun lamanya Bapak menjadi kepala rumah tangga, belum bisa membangun gubuk yang layak untuk kalian. Bapak sangat bersyukur, kini kamu bisa mengambil alih tanggung jawab Bapak. Maafkan Bapak, Nduk, Yang sakit-sakitan dan menjadi beban.”

Air mataku meleleh, aku tak kuasa menahan bahagia bercampur haru. Aku bisa mewujudkan rumah impian yan selalu dalam angan. Aku lega, bahagia. Sebuah rumah impian, sepetak kecil tanah untuk bercocok tanam serta sebuah motor second hand adalah harta yang amat tak ternilai yang kami punya. Mengingat sebelumya kami tak memiliki apa-apa. Aku bangga bisa mengukir senyum mereka dari balik formosa.

28 mei 2015, hari dimana aku akan cuti selama 2 minggu, pulang ke indonesia. Tiga hari aku harus menginap di jakarta untuk mengurus berkas di TETO dan KTKLN. Tentu saja hal itu mempersingkat waktuku untuk melepas kangen dengan keluarga, belum lagi tiketku pesawat yang terpaksa hangus karena lamanya proses pengurusan KTKLN. Aku harus pulang dengan jasa travel. Bapak mdnjemputku dengan sepeda motor supra fit hitam second, yang dibeli dengan uang yang kukirimkan untuk beliau, senyum bahagia melihat anaknya pulang, tergambar jelas diwajah.
Selama aku di rumah, Bapak selalu mengantarku kesana kemari. Ke pasar, nonton bola di Lapangan, kemanapun selalu aku diantar. Padahal aku bisa naik motor sendiri, tapi beliau bersikeras ingin mengantar, mungkin kangen, pikirku.

Rabu, 10 juni 2015, aku harus kembali terbang ke Taiwan. Kali ini dengan tujuan membangun mimpi keduaku, kuliah kemudian menikah dan dinikahkan langsung oleh Bapak.
Namun, Allah punya cerita lain untukku. 31 agustus 2015, Bapak berpulang kepangkuannya. Serangan jantung, katanya. Aku lemas, marah dan seperti orang linglung. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku bingung, apa yang bisa kulakukan? Kenapa aku masih disini, sedangkan bapak terbujur kaku disana. Ternyata, keinginan Bapak mengantarku kemanapun aku pergi sewaktu di rumah kala cuti itu, dalah sebuah firasat bahwa beliau tidak akan mampu memboncengku lagi ketika aku finish kontraktiga tahun mendatang. aku ingin pulang. Ingin memeluk Bapak untuk terakhir kalinya. Tapi, kuurungkan niatku itu. Mengingat harga tiket pesawat yang melambung. Lebih baik uangnya kukirim saja ke rumah, untuk biayamengurus jenazah Bapak, biarlah aku disini menyulam do’a untuk beliau disana,serta menjadi tabungan pahala beliau di akhirat. Melanjutkn tanggung jawabku sebagai tulang punggung keluarga. Menghidupi Ibu dan Adik bungsu yang masih butuh pendidikan. Aku kuat, aku bisa dan yakin akan ada hikmah dibalik semua ini. Masih teringat jelas kalimat bahagia Bapak ketika tinggal di rumah baru. Tidak kedinginan saat tidur malam, serta tidak sibuk mencari ember kala hujan. Semoga Bapak bahagia dalam dekapNya, meski kini harus tidur di rumah yang sangat sempit dan gelap gulita, kami semua disini akan terus berdo’a untuk menerangi jalan Bapak disana.
Kami sayang Bapak serta Adik manis yang mendahului sebelum Bapak.

Kaohsiung city, 09 mei 2016.

Taiwan adalah impianku

Turinem / Taiwan adalah impianku / Tidak ada / tenaga kerja asing Namaku adalah turinem. Aku berasal dari kampung, daerah propinsi jawa tengah. Motivasiku ingin bekerja ke taiwan, dulu ketika masih duduk di bangku SMA. Menonton acara tv, drama serial ” Meteor Garden “. Film drama taiwan yang dibintangi oleh F4 dan 大S. Sejak itulah, impianku ingin bisa … Continue reading “Taiwan adalah impianku”

Turinem / Taiwan adalah impianku / Tidak ada / tenaga kerja asing

Namaku adalah turinem. Aku berasal dari kampung, daerah propinsi jawa tengah. Motivasiku ingin bekerja ke taiwan, dulu ketika masih duduk di bangku SMA. Menonton acara tv, drama serial ” Meteor Garden “. Film drama taiwan yang dibintangi oleh F4 dan 大S.

Sejak itulah, impianku ingin bisa menginjakkan kaki di negeri formosa. Karena rasa penasaran, ingin lebih tahu tentang kehidupan masyarakat taiwan.

Tahun 2007, aku masuk taiwan untuk yang pertama kalinya. Aku dapat job bersih-bersih rumah di daerah changhua. Sayangnya, aku hanya bisa bertahan kerja hingga satu tahun. Karena kondisiku sakit dan akhirnya aku putuskan untuk pulang ke indonesia.

Dan beberapa bulan kemudian, aku mencoba mendaftar lagi ke PT di jakarta . Aku ingin kembali bekerja ke taiwan. Tepatnya november 2008 aku dapat job di daerah tainan. Job pekerjaanku yang kedua kalinya adalah menjaga nenek. Aku jaga dan rawat nenek hingga hampir 8 tahun.

Awal aku datang di rumah majikan, rasanya masih terasa asing. Apalagi melihat kondisi nenek yang seperti orang tidak waras. Rasa takut ketika mulai berinteraksi dengan nenek. Nenek hanya bisa berbicara bahasa tayi. Aku menjadi kesulitan dalam komunikasi dengan nenek, karena aku belum mengerti bahasa tayi.

Jika kondisi nenek sedang kumat, beliau bisa memukulku. Bukan hanya memukul, terkadang juga menggigit. Hari berganti hari, aku lalui dengan kesabaran dalam menjaga nenek. Karena majikan memperlakukan aku seperti keluarga sendiri. Aku harus bisa lebih sabar dan merawat nenek seperti nenekku sendiri.

Lama kelamaan kondisi fisik nenek mulai mengalami banyak perubahan. Dari bisa jalan, tidak bisa berbicara dan akhirnya sekarang sudah tidak bisa apa-apa.

Banyak suka duka yang aku alami. Bagiku itu adalah sebuah pengalaman menjadi perawat jompo. Majikan begitu baik, selalu memberikan kebebasan dan kesempatan untuk banyak belajar tentang ilmu pengetahuan baru.

Dari banyak melihat acara tv taiwan, aku menjadi lebih banyak tahu tentang bahasa mandarin dan bahasa tayi. Aku juga suka mendengarkan lagu-lagu tayi seperti penyanyi 江蕙,黃乙玲.

Majikanku tidak pernah mengatur tentang pekerjaan. Aku rawat nenek dengan penuh kasih sayang. Anggota keluarga majikanku semua baik. Hari kerja biasanya aku hanya berdua sama nenek. Kebebasan itulah yang membuatku lebih betah, melakukan pekerjaan selalu dengan rasa keceriaan. Waktu luangku bisa aku gunakan untuk membaca buku atau belajar pengetahuan lewat media internet.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku bahagia dan beruntung bisa punya majikan yang baik. Waktu hampir 8 tahun terlewati dengan banyak kenangan bersama keluarga majikanku.

Itulah pengalamanku selama bekerja di rumah keluarga majikan. Ini kontrak yang ketiga kalinya aku bekerja untuk majikan. Aku menjadi betah tinggal di taiwan. Banyak kenalan orang taiwan, membuatku seperti di kampung sendiri. Karena taiwan, impian dan terwujud harapanku untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Terima kasih taiwan.

Formosa adalah rumah keduaku

Anik Su / Formosa adalah rumah keduaku / tidak ada / tenaga kerja asing Taiwan adalah tempat tujuanku untuk mencari rejeki aku selalu membayangkan akan kesuksesanku sepulang dari Taiwan hahaha belum berangkat saja sudah berhayal pulang membawa kesuksesan. Akhirnya keinginanku untuk pergi ketaiwan terlaksana juga ditahun 2009 aku sampai ditaiwan, pertama tiba dibandara dibawa keagency sampai kerumah majikan … Continue reading “Formosa adalah rumah keduaku”

Anik Su / Formosa adalah rumah keduaku / tidak ada / tenaga kerja asing

Taiwan adalah tempat tujuanku untuk mencari rejeki aku selalu membayangkan akan kesuksesanku sepulang dari Taiwan hahaha belum berangkat saja sudah berhayal pulang membawa kesuksesan. Akhirnya keinginanku untuk pergi ketaiwan terlaksana juga ditahun 2009 aku sampai ditaiwan, pertama tiba dibandara dibawa keagency sampai kerumah majikan aku merasa asing bagaikan mengingjak planet baru yang dimana bahasa dan orang -orangnya sangat berbeda. Tapi tidak mengapa niatku datang ketaiwan kerja mencari uang jadi hari hariku aku hiasi dengan senyum semangat. Tapi terkadang senyumku hilang karena kurangnya bahasa yang aku kuasai job kerjaku menjaga seorang pasien lansia yang manja seperti anak kecil. Ketika dia menyuruhku dan aku tidak mengerti membuatnya menjadi jengkel dan disitu masalah mulai muncul yaitu bahasa, tapi majikanku dengan sabar mengajariku dengan gerak tangan dan menunjukan barang apa yang ditunjuk sambil bicara dan pelan pelan aku praktekkan. Dengan seiring waktu akhirnya aku sedikit bisa bicara mandarin dan mengerti artinya pasienku sekarang sudah tidak marah marah lagi.

Ada kejadian lucu tentang makanan yaitu ayam masak arak, ketika dirumah bosku ada pesta semua makanan ada tapi aku takut mau makan karena agamaku Islam aku tidak bolih makan daging babi atau pun arak. Saat itu mataku tertuju pada potongan sup ayam yang rasanya gurih manis enak sih seperti kolak tape saat itu musim dingin perut juga lapar, aku minum sopnya tiga mangkok. Tiba tiba badanku panas pipiku merah jalankku terasa melayang melihat orang itu seperti ada bayangan ditambah kepala pusing, kukira aku demam terus bosku tanya kamu kenapa aku pusing baru saja minum sop ayam. Terus bosku bilang kamu itu mabok sop itu masaknya pakai arak putih sambil menunjukan botol arak putih. Dalam hatiku OMG kalau bahasaku lancar mungkin aku berani untuk bertanya dulu… Hmmm intinya menguasai bahasa negara tujuan itu penting untuk komunikasi.

Terkadang rindu banget dengan kampung halaman disitu timbul rasa sedih, tapi majikanku tau kalau mukaku muram mereka bertanya kenapa lalu sedikit terlontar obrolan segar yang membutarkan lamunan tentang kampung halaman. Aku selalu senyum semangat dalam melaksanakan tugas kerjaku membuat mereka suka padaku. Akhirnya kontrak kerjaku sudah habis aku harus pulang kenegaraku, bosku mengucapkan terima kasih sudah membantu mereka menjaga orang tua mereka.

Ketika sampai diindonesia aku belum punya usaha yang bisa aku jadikan pekerjaan akhirnya balik lagi ketaiwan kontrak kedua beda majikan. Jobku juga menjaga lansia awalnya ya asing menjalani pekerjaan baru tapi karena aku percaya diri bisa melakukan pekerjaan yang aku jalani dengan baik membuat bosku percaya kepadaku untuk menjaga orang tua mereka. Tiga tahun sudah berlalu masa kontrakku sudah habis aku harus pulang kenegaraku lagi. Bosku pernah pesan padaku kalau kamu balik ketaiwan kamu mainlah kerumah ini anggap ini rumahmu ya.. Dengan senyum ramah aku jawab terima kasih bos …. Sebenarnya orang Taiwan itu baik dan menghargai kinerja kita, tapi kita sebagai pekerja harus inisiatif dalam melakukan tugas kita maka orang lain pun bisa segan kepada kita.

Dan ini kontrak yang ketiga aku kerja ditaiwan tidak satu majikan tapi beda majikan semua yang awal itu memerlukan proses kesabaran kini aku juga mendapatkan bos yang baik, mungkin yang jadi masalah adalah pasien yang rewel pokoknya sabar dalam menyikapi setiap masalah. Kesabaran memunculkan kelembutan dan kelembutan akan mengubah kekerasan.
Ya… Formosa bagiku rumah keduaku karena sejak menginjakkan kaki disini kujumpai penduduk sekitarku ramah ramah dan juga baik hati