Lebaran,kampung halaman dan tanah rantau

Ebie gobel / Lebaran,kampung halaman dan tanah rantau / Oktavia eka / tenaga kerja asing Allahu akbar,allahu akbar,allahu akbar walillahilham.
kumandang takbir menggema,bergemuruh di dalam dada.air mata jatuh gugur mengingat kebesaranmu. Aku tetap mengumandangkan takbir,meski lirih di dalam hati.maklum saja,aku tinggal di negara yang penduduknya mayoritas bukan muslim,jadi tak ada perayan di sini,tak ada kue,tak ada rendang kambing,tak ada … Continue reading “Lebaran,kampung halaman dan tanah rantau”

Ebie gobel / Lebaran,kampung halaman dan tanah rantau / Oktavia eka / tenaga kerja asing
Allahu akbar,allahu akbar,allahu akbar walillahilham.
kumandang takbir menggema,bergemuruh di dalam dada.air mata jatuh gugur mengingat kebesaranmu.
Aku tetap mengumandangkan takbir,meski lirih di dalam hati.maklum saja,aku tinggal di negara yang penduduknya mayoritas bukan muslim,jadi tak ada perayan di sini,tak ada kue,tak ada rendang kambing,tak ada opor ayam,tak ada ketupat dan yang pasti tak ada gelak tawa keluarga,sanak-saudara dan teman-teman yang kehangatannya selalu membuatku rindu.
Dua kali puasa,dua kali lebaran,anakmu tak kunjung pulang mak,dan mungkin ia bakal jadi pengganti bang toyib,sebab ia tak akan pulang sampai lebaran ketiga.
Untuk lebaran yang kesekian kalinya,aku tak pulang ke kampung halaman.entah sudah berapa kali aku melewatkan hari bahagia itu tanpa kalian semua,melewatkan masa di negeri orang,sampai lupa bahwa usiaku sudah mulai senja.sudah hampir kepala tiga,sampai sampai ada yang pernah berkata,
“merantau terus,kapan nikahnya??”
Terus aku kudu piyee jal??…
Makjleeeeeb…
Rasanya,teriris-iris seluruh hati kalau sudah dapat pertanyaan seperti itu.ya memang tak ada yang salah sih dengan pertanyaan itu,mengingat usiaku memang sudah memasuki masa di mana seharusnya sudah berkeluarga.apalagi teman teman di kampung sudah pada menikah semua bahkan sudah ada yang punya momongan.tapi ya apa mau di buat,mungkin tuhan sedang memilihkan jodoh yang tepat buat saya.sabar saja,sebab saya yakin semua akan indah pada waktunya.
halaaaaah kok malah curhat…
Balik lagi ke masalah lebaran tadi,bagi saya anak perantau,yang terpisah jarak ribuan kilometer dari kampung halaman,satu satunya yang selalu bisa membuat saya merasa dekat dan bisa merasakan lebaran bersama keluarga ya cuma njobrol via telepon.meskipun kadang suaranya kurang jelas dan sering terputus putus.maklumlah,rumah saya memang di kampung jauh dari kota jadi agak sedikit susah signal.nah kalau sudah telepon bisa menghabiskan waktu berjam-jam dan hal yang paling menyedihkan adalah ketika harus menyudahi pembicaraan padahal rindu di hati masih ingin terus bercengkrama.apalagi kalau sedang berbicara dengan ibu,halaaah rasanya tak ingin berhenti,ingin rasanya menumpahkan semua beban yang ada di hati ini.ya entah kenapa,kalau sedang berbicara dengan ibu,ada rasa nyaman yang tak pernah kurasakan dari wanita manapun selain ibu.ada rasa tenang di dalamnya.semua kata yang mengalir darinya seperti air yang menyejukkan.semua nasehatnya seperti mentari yang memberi terang pada gelapnya jiwaku redup.bagiku,ibu adalah telaga kasih tanpa pamrih.bidadari syurga menjelma manusia.itulah kenapa aku selalu ingin melihatnya tersenyum dan selalu berusaha untuk membuatnya bahagia.
Dan itulah hal yang selalu membuatku ingin segera pulang ke kampung halaman.merasakan lagi hangat pelukannya,menikmati lagi setiap helai lembut jemarimu.menikmati setiap aroma masakannya,oh sungguh aku benar benar rindu itu semua.
Sudah sudah jangan sedih,sebab air mata hanya akan menambah perih dan rindu di kalbu.hanya akan menambah sesak di dada.sebab apa yang disisakan airmata selain kenangan dan kesedihan.
Haaaaahaaa sok puitis banget ya saya.,
Balik lagi ke persoalan tadi.
Lebaran tanpa keluarga,sanak saudara dan teman mungkin bagiku sudah menjadi hal yang biasa dan itu adalah konsekuensi yang harus diterima dalam hidup.Hidup adalah pilihan dan ini adalah pilihan hidup saya.saya memilih meninggalkan kampung halaman dan pergi menuju tanah rantau.tapi tak pernah ada penyesalan dalam hidup sebab manapun jalan hidup yang kita pilih itulah yang harus kita jalani.akan selalu ada yang baik dan akan selalu ada buruknya,sebab begitulah hidup akan terus berputar tanpa kita tahu pasti kemana roda nasib akan membawa kita,yang pasti seperti apapun jalan yang engkau pilih,susah senang tetap ingat kepada Tuhan sang pencipta alam.jangan pernah takut untuk merevolusi hidup sebab Tuhan takkan pernah merubah nasib seseorang jika bukan orang itu sendiri yang merubahnya.
Allahu akbar,allahu akbar,allahu akbar walillahilham.
Selamat hari raya idul fitri.

Pingtung,25 mei 2016.