Firis Salsabilla / Sekawan st 366 F 1 / Teman satu kuliah / tenaga kerja asing
Sekawan st 366 F 1
Rasanya aku baru kemarin berada di sini, tapi kenapa waktu berlalu begitu cepat berlalu. Seorang Iris yang dulu pergi ke Taiwan demi pelarian konyol kini malah bersedih ketika mengetahui hari kepulangan nya ke tanah air. Aku benar-benar sudah merindukan bumi pertiwi, Indonesia. Di sana lah ku rasa senang. Benar ada nya, walaupun negeri tetangga lebih mashur dan permai tetapi tetapi kampung dan rumahku lah ku rasa senang*. Seketika ingatan ku mengimbas kembali di saat pertama kalinya aku menginjakan kakiku di sini, Taiwan.
Jonghe, November 2013
Selamat siang dan selamat datang di San Non. Nama kamu siapa? Seseorang menyapa ku yang tengah bingung apa yang akan aku lakukan di sini nantinya. Dia begitu ramah dan sangat bersahabat, Miss Sharon namanya. Itu adalah seseorang yang mengajak ku berbicara untuk pertama kalinya aku datang ke sini, Taiwan. Nama ku Iris Aryani. Tetapi Miss Sharon memanggil ku Yani, nama belakang ku jadi setiap orang yang berada di pabrik itu selalu memanggil nama belakang ku. Aku adalah seorang yang beruntung, bagaimana tidak? Bos ku sangat menyayangi ku terbukti ketika mereka untuk pertama kalinya menanyakan berapa umur ku, setelah mereka tahu umur ku mereka meminta agensi ku untuk memperkerjakan satu orang lagi karyawan yang berasal dari Indonesia. Yah, aku memang awalnya sendiri di sini tapi tidak lagi setelah kedatangan teman ku Kimi namanya.
Jonghe, Desember 2013
Kimi adalah teman ku satu – satunya bekerja di sini. Setiap pagi aku dan dia akan bergantian mengayuh sepeda untuk berangkat demi mengejar impian. Aku bekerja sebagai operator QC*. Aku dan Kimi layaknya seorang kakak beradik, yang masih sangat terlalu kecil untuk bekerja di negri orang. Walaupun aku terlihat kecil tetapi aku mempunyai semangat yang berapi, demi cita-cita ku aku rela walaupun harus bekerja di negeri sebrang. Aku rela melepaskan keinginan ku demi untuk tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat perkuliahan. Jauh di sudut hati aku akan terus berjuang walaupun harus ku telan pahit nya kehidupan. “ Yani, apakah kamu mau aku belikan Man tao? Itu adalah salah satu kebaikan bos ku. Setiap akhir pekan dia akan menanyakan ku apa yang ingin aku makan, dengan malu – malu aku dan Kimi saling menganggukan kepala ketika bos ku akan memberikan sesuatu. Aku tahu itu sangat tidak sopan berbicara dengan bahasa tubuh tapi aku masih belum terbiasa berbicara mandarin.
Tamsui, Juli 2014
“ Yani, nanti siang kamu ikut saya ke pabrik Silitech untuk mengecek barang yang rusak. Itu perintah dari sang kepala pabrik kala itu. Walaupun aku belum lancar berbicara bahasa mandarin tetapi aku terkadang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa keseharian ku. Tidak biasanya beliau mengajak ku pergi ke lain pabrik. Dia mengatakan bahwa jangan heran kalau tiba-tiba aku di suruh mengikuti beliau untuk melihat permasalahan barang yang di produksi oleh pabrik ku.
Jonghe, Desember 2014
Tiba-tiba saja bos ku memberikan sesuatu di amplop merah, setelah aku buka ternyata di dalamnya uang. Puji syukur tuhan, bos ku adalah orang yang sangat dermawan. Dia sangat baik dan orang yang sangat toleran. Dia mengetahui bahwa aku seorang muslim, dia mengizinkan ku memakai jilbab, membolehkan ku beribadah di pabrik ketika memasuki waktu sholat, bahkan ketika akan membeli kan sesuatu dia akan lebih dulu mengimbau kepada bendahara bahwa aku tidak boleh memakan babi, terkadang dia juga akan melihat bahan apa saja yang terkandung di dalamnya.
Jonghe, Agustus 2015
“ Yani, nanti tolong kamu yang mengajarkan barang – barang yang rusak yang tidak boleh di kirim dan barang yang bisa di kirim. Sekarang aku mempunyai seorang teman lagi, dia orang Vietnam tapi dia sudah menjadi penduduk sini, namanya Phuong Vi. Aku biasa memanggil dia vi, dia juga sangat baik kepada ku dan Kimi. Dia yang mengajarkan ku berbicara bahasa mandarin, dia sangat pintar berbicara bahasa inggris jadi aku bisa berkomunikasi dengan nya. Setiap hari aku bekerja dengan harapan yang tak pernah padam. Aku sangat terbantu dengan adanya vi bekerja satu grup dengan ku, menjadi seorang QC.
Jonghe, Desember 2015
“ San Non sangat puas dengan kinerja aku dan Kimi, sehingga pada akhirnya bos ku menambahkan satu karyawan lagi dari Indonesia, namanya Anita Pauru. Dia bukan bekerja sebagai qc seperti ku tapi menjadi operator produksi, setiap hari dia akan mendengar dentuman mesin, tidak ayal dia begitu kuat dan bersemangat dalam bekerja sehingga dia merupakan tangan untuk urusan cetak mencetak.
Jonghe, Januari 2016
Ternyata pabrik ku semakin hari semakin mengalami peningkatan yang cukup drastis, pabrik ku sedang kekurangan karyawan. Maka di putuskan dia akan mengambil satu orang karyawan lagi berasal dari Indonesia, Reni namanya. Dia bekerja sama seperti mbak Anita, sama-sama menjadi operator produksi. Di sini lah awal berwarna nya hidup ku. Aku semakin kerasan bekerja di sini. Terlepas dari bos ku yang sangat menyayangi ku, aku semakin menikmati pekerjaan ku sebagai seorang QC. Maka, aku memutuskan untuk memperpanjang kontrak ku. San Non dunia ku, tempat ku bermetamorfosis. Tempat ku mencari rezeki demi cita-cita ku. Sekawan San Non yang menghidupkan ku. Aku, Kimi, Anita dan Reni.