Ingkhan mardiani / Ratapan Anak Kandung / Tidak Ada / tenaga kerja asing
Ibu,
Ntah ibu siapa yg aku panggil waktu itu.
Lidah ku begitu ringan menyebut ibu teman-teman ku.
Tapi,bukan ibu kandung ku.
Bahkan Aku lupa,kapan terakhir memanggil mu ibu.
Aku iri dengan teman-teman ku,mereka senantiasa berglayut di pelukan ibu mereka saat lelah,
Aku ingin seperti yang lain ingin merasakan sentuhan hangat seorang ibu.
Aku sedih ketika teman ku menemukan jalan dari nasihat seorang ibu.
SEMENTARA AKU TIDAK!!
Aku pernah bermimpi,
Berkumpul seperti keluarga selayaknya.
Ketika mentari pagi muncul,
Kau lah orang pertama yang membangunkan ku dari tidur nyenyak ku.
Suara mu lembut.
Menikmati segelas susu buatan mu.
Bersendagurau di ruang tamu dengan gurau an hangat mu.
Sampai matahari terbenam hingga waktu tidur ku tiba.
Kecupan manis mu selalu mendarat di kening ku sebelum tidur.
YA TUHAN,
Itu semua hanya mimpi.
Sakit nya hati ku ketika terbangun dari mimpi belaka ku.
Aku hanya bisa menangis
Bertanya, apa salah ku.
Jangan kan mengharap kepulangan mu,
Dimana kau berada pun aku tak tahu.
DURHAKA KAH AKU..???
Aku hanya bertanya,
Apakah benar surga ku di telapak kaki mu,bu..??
Tapi kenyataanya ngkau tidak ada.
Lalu bagaimana dengan surga ku,bu..??
Bu,
Sudah lama kita tak jumpa.
15 tahun sudah kau pergi meninggalkan aku.
Apa sedikit kerinduan mu tidak ada untuk ku.
Aku anak kandung mu bu.
Aku darah daging mu.
Kapan ibu pulang,
Anak mu sudah besar bu.
Rambut ku panjang terurai seperti di photo mu.
Benarkah Kasih sayang ibu sepanjang masa,
Berlaku juga kah untuk ku.??
Maafkan anak mu bu,
Yang selalu merengek saat rindu pada mu.
Maafkan anak mu bu,
Yang masih mengharap kepulangan mu.
Pulang lah bu,kami semua merindukan mu.
Miaoli,5mei,2016.