Winarni / Bahagia Adalah / Tidak ada / tenaga kerja asing
Tujuan hidup, apa sih tujuan hidup saya sesungguhnya ?
10 tahun lamanya saya berjuang tanpa merasakan kemerdekaan, air mata pun rasanya sudah mengering untuk menangisi kisah hidupku.
Cita-cita yang kandas oleh mahalnya biaya sekolah.
Mahligai cinta yang hancur di terpa guncangan ketidak setiaan.
Lalu apa lagi tujuan hidupku ? Sesekali pandanganku mengarah ke jendela kamarku, tak ada yang istimewa di luar sana hanya bisa ku pandangi tarian pohon yang tertiup angin, sesekali daun yang kering pun terjatuh.
Dari sekian banyak cita-cita yang tak dapat ku gapai,aku hanya ingin bahagia saja. Namun bahagia tidak sesederhana kalimat yang di ucapkan oleh lisan, dimana bahagia butuh pengorbanan, butuh tenaga, butuh air mata, dan bahagia itu masih ku telusuri di sepanjang perjalanan hidupku.
Tak aku temukan kebahagiaan itu, ketika aku berfikir bahagia adalah saat kita di cintai oleh seseorang. Tak dapat aku raih bahagia itu ketika aku hanya berfikir bahagia bisa ku dapat ketika aku memiliki banyak uang. Bahagia… bisik batinku. Sesulit ini kah untuk mencari kebahagiaan.
Allah, hidup ini bukan hanya tentang kebahagiaan yang ingin aku raih, dimana aku hanya satu-satunya tulang punggung keluarga, Ayah ku hanya pekerja serabutan yang tak tentu penghasilannya, Ibu ku hanya seorang wanita yang sudah tua dengan penyakit diabetes yang di deritanya, lalu kakak ku yang sudah menikah namun tidak pernah mandiri, kemudian adik perempuanku yang baru kelas 1 SMA, di tambah putra ku yang sejak lahir belum pernah bertemu dengan ayahnya.
Yah, saya bercerai sejak anak saya baru berumur 2 bulan, karena pada saat saya sedang hamil suami saya ketahuan selingkuh dengan teman kerjanya, Demi Allah aku tak membenci dia, aku hanya tidak ingin memiliki pendamping seorang pengkhianat.
Lalu apa tujuan hidupku yang sebenarnya ?
Aku hanya ingin bahagia, dan aku akan terus berusaha untuk meraih bahagia itu.
15 juni 2015, Formosa ajarkan aku menghapus luka, di saat banyak orang beranggapan buruk tentang Formosa, aku malah mendapatkan hidayah, dimana hidayah menurutku adalah berhijrah dari yang baik menjadi lebih baik lagi, dari yang berjilbab menjadi berhijab syar’i, dari yang biasanya hanya menunaikan yang wajib saja sekarang muali menunaikan yang sunah juga, Formosa tak seburuk yang orang ceritakan padaku, banyak ukhwat muslimah yang suka rela membimbingku menjadi lebih pantas.
Lalu apa arti dari bahagia itu ?
Bahagia adalah dimana saat kita tidak bersedih 🙂
saat dimana kita selalu bersyukur.
Tetimakasih formosa