{"id":709,"date":"2016-03-16T16:43:41","date_gmt":"2016-03-16T08:43:41","guid":{"rendered":"http:\/\/tlam.sea.taipei\/?p=709"},"modified":"2016-03-16T16:43:41","modified_gmt":"2016-03-16T08:43:41","slug":"meniti-pelangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/2016\/03\/16\/meniti-pelangi\/","title":{"rendered":"meniti pelangi"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\tTri \/\u00a0meniti pelangi \/\u00a0tidak ada \/\u00a0Indonesia \/ tenaga kerja asing<\/p>\n<p>Meniti pelangi<br \/>\nSeperti warna pelangi<br \/>\nPenuh warna<br \/>\nBegitu pula kisah anak Manusia ini<br \/>\nSebut saja ani&#8230;<br \/>\nGadis desa dari keluarga yang kurang mampu..<\/p>\n<p>Ani masih muda baru lulus smp<br \/>\nTapi karena ketidak mampuan orang tuanya..<br \/>\nAni memilih berhenti sekolah. membiarkan kakak dan adik saja yg sekolah..<br \/>\nDi benak pikiran ani&#8230;aku harus bisa memenuhi keinginanku kebutuhanku sendiri tanpa harus menyusahkan bpk ibu&#8230;<br \/>\nDari gemblengan hidup yg pas pas an ini lah timbul niat gadis ini..<br \/>\nUntuk bekerja,,,<br \/>\nWaktu itu ada pengumuman di Depnaker tempat tinggal ani<br \/>\nSebuah pabrik triplek membutuhkan karyawan dan karyawati<br \/>\nLalu dengan tekat dan hny berijazah smp ani ingin mendaftarkan diri.<br \/>\nSore itu di dapur sambil membantu mak nya masak<br \/>\nAni mengutarakan niatnya.<br \/>\nMak&#8221;ada pengumuman di Depnaker lewat radio..<br \/>\nPengumuman apa nak..?<br \/>\nDi Kalimantan timur membutuhkan tenaga kerja mak.<br \/>\nAni ingin ndaftar<br \/>\nAni pengin kerja mak.<br \/>\nNak itu jauh,,, apa kamu ngk pengin meneruskan sekolahmu?<br \/>\nNgk mak,, aku pengin kerja aja.<br \/>\nNak apa kamu nanti ngk iri mbakmu dan adik mu sekolah..?<br \/>\nAni tetap bersikeras&#8230;<br \/>\nNgk mak biar mbak dan adik aja yg sekolah,<br \/>\nAni tetap pengin kerja biar bisa membeli apa yg ani mau dan bisa membantu mak bapak.<br \/>\nLalu dengan izin kedua orang tuanya<br \/>\nAni mendaftarkan diri dan di terima.<br \/>\nBerangkatlah gadis kecil itu ke pulau seberang dengan sejuta mimpi dan harapan.<br \/>\nTapi memang kadang tak seindah yg di impikan.<br \/>\nSetelah beberapa bulan bekerja<br \/>\nKarena punya wajah yg lumayan cantik.<br \/>\nAni pun banyak yg mendekatinya<br \/>\nDan ani pun terlena hingga menerima cinta salah seorang pria<br \/>\nBahkan mengajaknya lari dari kontrak kerja yg belum finis.<br \/>\nDengan umur yg terbilang masih muda 15 thn<br \/>\nJatuh cinta hingga lupa niatnya dan tujuannya,<br \/>\nLalu mereka berdua pulang kampung berniat untuk menikah..<br \/>\nSetelah menikah,,,,ini awal dari penderitaan ani..<br \/>\nYg bermimpi meniti pelangi kehidupan<br \/>\nTernyata penderitaan yg di dapatkan.<br \/>\nSuami yg di cintainya menjualnya ke tempat makelar untuk di jadikan pelacur..<br \/>\nAir mata terus menjadi teman setianya..ketidak berdayaa wanita Malang ini ada yg simpati.<br \/>\nSeorang pemuda cina menebusnya<br \/>\nAgar ani bisa bebas dari lembah hitam itu..<br \/>\nKembali menjadi dilema ani yg masih muda itu.<br \/>\nAntar ingin kembali pulang ke kampung ato menyusul suaminya di luar pulau..<br \/>\nBila memilih pulang di kampung<br \/>\nAni malu dengan semua tetangga<br \/>\nYg mengetahui betapa kotornya dia.<br \/>\nLalu tidak ada pilihan lain kecuali menyusul suaminya..<br \/>\nLalu mereka kembali hidup bersama<br \/>\nAni memaafkan suaminya<br \/>\nDan mengabdi sebagai istri yg baik walau sudah tidak ada cinta di hatinya..<br \/>\nSetelah beberapa thn berlalu<br \/>\nDijalani hidup sebagai seorang istri dan ibu dari dua anaknya.<br \/>\nKembali cobaan itu menerpa kesabarannya.<br \/>\nPabrik tempat suami kena imbas moneter dan gulung tikar.<br \/>\nLalu ani dan keluraga kecilnya harus plang ke kampung di tempat mertuanya..<br \/>\nLalu suami ani menyuruh ani untuk menjadi tkw,,<br \/>\nWalau dengan berat hati karena harus berpisah dengan anaknya..<br \/>\nTapi ani juga ingin agar anaknya bisa sekolah,, maka ani pun berangkat mengikuti proses tujuan negara Taiwan.<br \/>\nani bermimpi ingin meraih pelangi<br \/>\nDengan bekerja keluar negeri<br \/>\nTetapi kembali semua tak seindah mimpi..<br \/>\nAni terjerembab pada lingkungan yg bebas.<br \/>\nMungkin kesakitan hatinya<br \/>\nKeputus asaan meraih pelangi kehidupan yg tak kunjung di tangan<br \/>\ndan tak kuatnya iman hingga menjadi pencandu narkoba..<br \/>\nMelapiasankan kekecewaan<br \/>\nDan penderitaan pada benda yg tidak menolongnya tapi menjerumuskan dirinya hingga harus menjadi tkw kuburan&#8230;..semakin bebas tanpa kendali..<br \/>\nKetergantungan obat yg membuat ani harus membayar mahal<br \/>\nBukan hanya harus kehilangan pekerjaan, keluarga bahkan nyawanya&#8230;<br \/>\nAni di temukan tewas di sebuah tempat kontrak an karena overdosis dalam mengkonsumsi narkoba.<br \/>\nAni yg Malang<br \/>\nAni yg tak pernah meraih pelangi<br \/>\nKarena tak sabar menunggu hujan reda&#8230;<br \/>\nYaa kebahagiaan itu pasti butuh perjuangan..<br \/>\nKebahagiaan itu pasti ada cobaan<br \/>\nSeperti pelangi akan ada<br \/>\nSetelah ada mendung lalu hujan itu reda&#8230;.<br \/>\nMaka jangan pantang menyerah<br \/>\nUntuk meraih pelangi kita<br \/>\nSabar dan terus berusaha<br \/>\nPasti kita bisa meniti pelangi jingga\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tri \/\u00a0meniti pelangi \/\u00a0tidak ada \/\u00a0Indonesia \/ tenaga k &hellip; <a href=\"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/2016\/03\/16\/meniti-pelangi\/\" class=\"more-link\">\u95b1\u8b80\u5168\u6587<span class=\"screen-reader-text\">\u3008meniti pelangi\u3009<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[53,55],"tags":[59],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/709"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=709"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/709\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}