{"id":923,"date":"2016-05-05T16:47:57","date_gmt":"2016-05-05T08:47:57","guid":{"rendered":"http:\/\/tlam.sea.taipei\/?p=923"},"modified":"2016-05-05T16:47:57","modified_gmt":"2016-05-05T08:47:57","slug":"igtsb-ibu-guru-tapi-seperti-buruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/2016\/05\/05\/igtsb-ibu-guru-tapi-seperti-buruh\/","title":{"rendered":"IGTSB ( IBU GURU TAPI SEPERTI BURUH)"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\tAsih \/\u00a0IGTSB ( IBU GURU TAPI SEPERTI BURUH) \/\u00a0tidak ada \/\u00a0tenaga kerja asing<\/p>\n<p>IGTSB ( IBU GURU TAPI SEPERTI BURUH )<\/p>\n<p>Apa yang kalian fikirkan ketika anda mendengar kata GURU yang ada di fikiran anda.<br \/>\nApa kah sama seperti yang saya fikirkan bawah GURU adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa, seseorang yang berpendidikan yang di hormati dan di segani oleh orang juga sejahtera hidupnya.<br \/>\nNamun beda dengan ibu guru yang satu ini mungkin ada yang seperti ini namun yang aku tau hanya beliau , darni nama seorang ibu guru yang mempunyai 7 orang anak . 5 anak nya masih duduk di bangku sekolah dan satu belum duduk di bangku sekolah dan satu nya lagi masih dalam kandungannya.<br \/>\nBeliau mempunyai seorang suami yang bekerja sebagai wirasuasta .<br \/>\nDulu hidupnya lebih dari cukup semua serba ada . Ia selalu mengulurkan tangannya untuk saudara saudaranya dan orang yang membutuhkan uluran tangannya.<br \/>\nNamun beliau masih tinggal di perumahan, hingga suatu hari beliau berfikir untuk membangun rumah di desa kelahirannya. dari pinjaman bank yang sebagai jaminannya itu gaji perbulannya.<br \/>\nTidak besar hanya 1 petak tanah, yang berisi 2 kamar , ruang tamu dan juga warung kecil untuk usaha beliau.<br \/>\nDi belakang rumah nya terdapat sebuah kandang kecil untuk menernak ayam dan bebek.<br \/>\nKini hidupnya berdampingan dengan saudara saudaranya.<br \/>\nNamun ketika beliau tinggal di situ keadaan semakin hari semakin tak sama seperti dulu .<br \/>\nWarung nya pun semakin hari semakin sepih.<br \/>\nHingga suatu hari suami beliau merantau ke kota mengadu nasib di kota sebagai kuli bangunan.<br \/>\nNamun kondisi beliau saat itu sedang mengadung anak ke terakhirnya.<br \/>\nTiap bulan suami beliau datang dengan di sambut oleh anak anak nya penuh rasa rindu akan bapak nya.<br \/>\nNamun 3 bulan kemudian suami nya berkata bawah dia harus pergi merantau di pulau sebrang tugas dari atasannya hingga harus meninggalkan beliau dan anak anaknya yang masih kecil.<br \/>\nSaat itu usia kandungan masih 4 bulan namun apa daya harus beliau relakan suaminya pergi demi menyambung hidup keluarganya walaupun kondisi beliau dalam keadaan mengandung.<br \/>\nNamun tak di sangkah hari demi hari beliau menunggu kabar dari suaminya.<br \/>\nNamun tak kunjung datang kabar sedikit pun hingga saat itu beliau tidak punya uang sama sekali , hewan yang ia ternak pun sudah habis di jual untuk keperluan sehari harinya.<br \/>\nSedangkan gajinya masih dalam pembayar hutang di bank yang uangnya untuk membangun rumah sederhana yang ia tempati itu.<br \/>\nhingga harus berhutang sana sini bakan kepada renternir agar bisa makan sehari harinya dan membayar sekolah anak anaknya.<br \/>\n3 bulan suaminya tak ada kabar namun ada kabar burung yang beliau dengar dari orang orang bawah suaminya telah menikkah lagi di sana.<br \/>\nDan pada saat itu pula anak tertua nya terkena ledakan gas hingga membuat sekujur tubuhnya gosong.<br \/>\nBetapa sakit hati beliau dalam kondisi mengandung yang seharusnya penuh kasih sayang dari seorang suami namun harus di coba seperti ini.<br \/>\nSilih berganti ada saja satu di antara anak nya sakit, setelah anak pertama anak keduanya masuk rumah sakit bakan dokter bilang anak keduanya itu terkena gejala struk dini.<br \/>\nMalang niang baru berusia 18 harus menderita seperti itu , namun ingat cobaan tak akan melampaui batas kemampuan manusia.<br \/>\nKondisi tubuh beliau kurus karna banyak yang ia fikirkan bakan janin yang ia kandung dokter bilang sangat lemah .<br \/>\nNamun allah ada melindunginya dan janin yang ia kandung, hingga tiba saat ia melahirkan.<br \/>\nLahirlah seorang gadis kecil mungil manis dari rahimnya.<br \/>\nHingga 2 bulan kemudian setalah kelahiran anak terakhirnya ini lah awal beliau menjadi buruh.<br \/>\nSaat itu liburan sekolah ia manfaatkan untuk menjadi Buruh serabutan , musim hujan ia menanam padi namun bukan sawah miliknya, mencari tutut, mencari ikan di sawah memancing di sungai bersama anaknya ,yang hasil untuk di jual ke orang . Dan mengumpulkan barang barang bekas untuk di tukar dengan uang.<br \/>\nAnak terbesar nya duduk di bangku SMA pun ikut membantu beliau mengerjakan semua itu ketika ia libur dan pada hari minggu.<br \/>\nsedangkan anak anak yang lainnya ada yang bertugas mencuci memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah lain.<br \/>\nSeakan terlatih mandiri atas kondisi yang yang ada.<br \/>\nDan berjalannya waktupun lupa akan sosok seorang bapak atau kepala keluarga seolah hilang di gantikan beliau sendiri bukan hanya sebagai ibu tapi juga menjadi seorang bapak bagi anak anaknya.<br \/>\nHasil tutut dan ikan kadang juga sayuran sayuran yang ia peroleh dari sawah orang ia masak untuk di jual keliling desa olehnya.<br \/>\nWalaupun 10000 ribu 20000 ribu yang ia peroleh dari hasil jualan nya namun berarti baginya.<br \/>\nDan untuk anak anaknya.<br \/>\nNamun ketika tutut atau ikan yang ia jual tidak terjual habis atau sisanya ia makan sendiri dengan anak anaknya.<br \/>\nKadang anak nya bersekolah tanpa uang saku hanya di bekali nasi yang di bungkus dengan daun pisang dan setabur garam yang di masak dengan bawang.<br \/>\nHatinya tak tega sebenarnya melihat anak anak yang masih kecil tak sama seperti anak anak yang lain .<br \/>\nNamun apa daya untuk beli beras pun kadang tak bisa Bakan harus berhutang di tetangga nya.<br \/>\nBulan berganti tahun dan kini anak laki lakinya lulus SMA. namun harus terhenti pendidikannya sampai di sini saja karna ia melihat keadaan ibunya seperti ini ia memutuskan untuk menjadi kuli di pabrik padi.<br \/>\nSedangkan anak ke 2 nya yang masih duduk di bangku SMP kelas 2 setiap pulang sekolah berinisiatif untuk menambah uang janjannya bekerja sebagai kuli cuci pakaian di tetangganya.<br \/>\nMusim pun berganti menjadi musim panas saatnya petani panen padi.<br \/>\nBeliau pun ikut bekerja di ladang sawah orang yang panen padinya.<br \/>\nBakan beliau pun tidak hanya memanen<br \/>\nNamun sehabis ia memanen di sawah milik orang itu.<br \/>\nDalam perjalanan pulangnya ia mengumpulkan sisahan sedikit demi sedikit padi yang bercerakan di jalan yang tak sengaja di buang untuk ia olah sendiri menjadi beras.<br \/>\nBertahun ia merasakan hidup seperti itu .<br \/>\nGuru bukan guru , buruh tapi ia guru.<br \/>\nBakan kadang cemohan , hinaan ,cacian , karna keadaan dan pakaian yang ia pakai hanya bekas pemberian orang lain kepadanya, semua itu selalu ia terima dengan lapang dada.<br \/>\nHidup tanpa seorang suami pendamping hidup , imam yang seharusnya ada di posisi beliau bertanggung jawab sebagai kepala keluarga harus menghidupi 7 orang anak dan mendidiknya sendiri itu tidak mudah di lakukan seorang wanita.<br \/>\nNamun ia mempunyai harapan terhadap anak anak nya agar tetap sekolah dan sukses agar bisa hidup lebih baik dari yang ia alamin sekarang.<br \/>\nDan meringankan sedikit beban yang ia pikul selama ini .<br \/>\nHingga tak terasa tahun berlalu hutang pun sedikit demi sedikit terbayar .<br \/>\nAnak lelaki pertamanya kini sudah berkeluarga dan tak terasa anak gadisnya kini sudah lulus SMA.<br \/>\nIa memutuskan untuk menjadi seorang TKW pergi keluar negri mengadu nasib jahu dari orang tua untuk mengurangi beban ibu.<br \/>\nKini harapan nya ada pada anak gadis nya berharap bisa membuat keadaan lebih baik dari kondisi sekarang ini walaupun tanpa seorang ayah yang entah kemana pergi nya dan bagaimana kabarnya. Bertahun sudah menghilang.<br \/>\nBerharap ada pelangi setelah hujan badai yang ia hadapi.<br \/>\nYang di ciptakan oleh anak gadisnya.<br \/>\nGadis tersebut bernama CAHAYA.<br \/>\nKini dia sudah berada di negri sebrang , namun sudah dua bulan tak ada kabar hingga ibu darni pun sampai jatuh sakit memikirkan anaknya.<br \/>\nSatu bulan kemudian anak nya mengasih kabar bawah dia baik baik saja dan akan mengirim gaji hasil kerja dia di rantau sana.<br \/>\nDan uang pun telah di terima oleh ibu darni , uang tersebut di bayarkan untuk hutang nya dan juga untuk ibu darni manfaat kan mengelolah kehaliannya membuat kue , yaitu kue donat.<br \/>\nBulan berganti tahun dalam malam ibu darni selalu merindukan sosok anaknya yang jahu di negri sebrang .<br \/>\nKadang ketika ada berita tentang negara tempat anak nya mengadu nasib , rasa kawatir selalu menyelimuti nya.<br \/>\nKini dia sudah tidak lagi bekerja sebagai penanam padi, pencari tutut, pengumpul barang bekas, kini dia mengelolah warung kecilnya berjualan sayuran sayuran dan sarapan pagi.<br \/>\nSedikit berkurang beban dan hutangnya tinggal separuh berkat anak gadisnya.<br \/>\nNamun fisik nya lambat laun lemah karna akibat selama ini bertahun ia merasakan penderitaan, tak seperti Guru lainnya yang hidup mewah , serba ada seperti dulu yang beliau alami.<br \/>\nJangan kan membeli seelai baju untuk biaya 5 orang anaknya yang masih kecil dan masih duduk di bangku sekolah pun kadang tak sanggup memenuhinya.<br \/>\nKini usia nya 48 tahun sudah , dari jahu anaknya mendoakan atas bertambahnya umur ibunya. Dan tak di sangkah sebuah bingkisan besar datang kerumah nya.<br \/>\nLalu ibu darni membuka bingkisan itu berlinang lah air matanya ketika melihat sebuah bukusan baju baru dan kue ulang tahun yang bertulis.<br \/>\n&#8220;IBU SELAMAT ULANG TAHUN, ADINDA MERINDUKANMU&#8221;<br \/>\nButiran air mata pun terjatuh tak terasa di pipinya.<br \/>\nKarna selama ini tak pernah membayangkan untuk mengharapkan suatu perayaan ataupun kejutan seperti ini, karna beliau hanya mementingkan anak anaknya.<br \/>\nTanpa memperhatikan dirinya sendiri. Sebuah telepon pun berbunyi.<br \/>\nDan ternyata itu dari anaknya yang jahu di negri sebrang menanyakan apa kah ibu nya bahagia atas sedikit hadiah yang ia berikan untuk beliau.<br \/>\nRasa bahagia bercampur sedih dengan semua yang ia terima hari ini , sedihnya karna ia harus berjahuan dengan anak gadisnya selama ini.<br \/>\nDalam hatinya berkata &#8221; ya allah , angkatlah derajat anak ku berilah kelancaran untuknya, kasih sayangmu kepadanya agar ia kuat menjalani hidup di negri orang sana , amin ya allah&#8221;.<br \/>\nKini yang di tunggu ibu darni adalah mengobati rasa rindu akan anak gadisnya yang sudah dua tahun jahu di negri sebranng tanpa memikirkan lagi sosok seorang suami , seakan hilang di kehidupannya.\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asih \/\u00a0IGTSB ( IBU GURU TAPI SEPERTI BURUH) \/\u00a0tidak ada &hellip; <a href=\"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/2016\/05\/05\/igtsb-ibu-guru-tapi-seperti-buruh\/\" class=\"more-link\">\u95b1\u8b80\u5168\u6587<span class=\"screen-reader-text\">\u3008IGTSB ( IBU GURU TAPI SEPERTI BURUH)\u3009<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[53,55],"tags":[187],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/923"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=923"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/923\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tlam.btbs.tw\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}